BACA JUGA:Baliho Caleg Roboh Timpa Pengendara Motor, Warganet: Ada Tanggungjawab dari Calegnya
Pertama-tama perolehan suara setiap partai terlebih dahulu akan dibagi dengan bilangan ganjil pertama yakni dibagi dengan angka 1.
Maka, hasil terbanyak perolehan suara tersebut dipegang oleh partai A dengan jumlah 90.000 suara, maka partai A berhak mendapat jatah 1 kursi.
Kemudian, untuk menentukan jatah kursi kedua partai A yang sudah memenangkan kursi pertama, jumlah keseluruhan suara yang didapat akan dibagi dengan bilangan ganji kedua yakni dibagi 3.
Hal tersebut, berguna agar partai A tidak mendapatkan jatah kursi selanjutnya, sedangkan empat partai lain tetap dibagi pembilang 1, sehingga jatah kursi kedua didapatkan oleh partai B dengan jumlah lebih banyak dari partai lainnya yakni 75.000 suara.
Beranjak ke pembagian kursi ketiga, partai A dan partai B masih diberikan angka 3, namun untuk 3 partai lainnya yakni C, D dan E jumlah suaranya dibagi dengan pembilang 1 sehingga partai C mendapat jatah satu kursi.
Seterusnya, untuk mendapat jatah kursi ke empat, maka partai A, B dan C jumlah suaranya masing-masing dibagi dengan pembilang angka 3, sedangkan partai D dan E jumlah pembilang tetap dibagi 1.
Namun, karena jumlah suara pembagi angka 3 masih paling banyak dibanding keempat partai lainnya maka jatah kursi keempat diberikan kepada partai A.
Berlanjut pada kursi kelima, jumlah bilangan pembagi yakni 5 pada partai A, namun partai B dan C tetap digunakan pembilang 3 serta partai D dan E pembilang 1.
Sehingga, jelas hasil dari angka pembagi dengan jumlah suara tersebut maka partai B berhak mendapatkan jatah kursi kelimanya.
Kesimpulannya, jatah 5 kursi Dapil Jakarta I rinciannya yakni partai A 2 kursi, partai B 2 kursi, partai C 1 kursi kemudian partai D dan partai E tidak mendapatkan jatah kursi.
Bagaimana, sudah faham kan cara konversi jumlah suara menjadi kursi di DPR.
Menurut data yang dihimpun, dari jumlah partai politik peserta Pemilu 2024 akan memperebutkan 580 kursi di DPR, dari 84 Dapil di Indonesia.
Untuk saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI masih melakukan penghitungan suara baik penghitungan DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD hingga Pemilihan Presiden (Pilpres).(*)