Mengapa Pabrik Motor Listrik Masih Pakai Baterai SLA, Ternyata Ini Jawabannya: ‘Bukan Karena Pelit’
Di Indonesia tukang servis atau ahli baterai litium yang benar-benar ahli itu masih langka banget.--
SUMEKS.CO - “Mengapa pabrik sepeda listrik masih pakai baterai SLA yang berat, padahal ada baterai litium yang lebih enteng dan stabil”.
“Apakah mereka pelit?,” tanya Harry Soekaryono, di akunnya @owner Indoselis.
“Jawabannya, bukan”, tegas Harry.
Di Indonesia tukang servis atau ahli baterai litium yang benar-benar ahli itu masih langka banget.--
Litium memang primadona stabil dan keren, tapi masalahnya sekali selnya mati biasanya langsung rusak.
BACA JUGA:Selis E-Max Dibekali Baterai SLA 60 Volts Kapasitas 25 Ah Bertenaga 1200 Watt
Di Indonesia, kata Harry, tukang servis atau ahli baterai litium yang benar-benar ahli itu masih langka banget.
“Sekali rusak dompet kalian langsung boncos. Nah di situlah SLA jadi pahlawan”, cetus Harry.
Apalagi baterai SLA jauh lebih toleran terhadap kesalahan pengguna baru.
“Mau cara pakainya agak kasar, cara dirawat dia tetap bandel. Selain itu harganya jauh lebih ramah di kantong dan jauh lebih mudah untuk di servis kalau ada kendala”, papar Harry.
BACA JUGA:Ofero Stareer 5 Lit Bisa Tembus Jarak 130 Km Sekali Ngecas: Sepeda Listrik Premium dan Futuristik
Pabrik itu, lanjut Harry, berpikirnya realistis, jadi buat apa bikin teknologi canggih kalau penggunanya masih belum siap dan malah cepat rusak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




