Berikut Deretan Emiten Terdampak Tarif Impor 'Brutal' Trump, Industri di Indonesia Makin Terancam

Berikut Deretan Emiten Terdampak Tarif Impor 'Brutal' Trump: Industri di Indonesia Makin Terancam--
Industri kelapa sawit, yang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia, turut merasakan dampak dari kebijakan Trump.
BACA JUGA:Perang Dagang Donald Trump Bisa Bikin Efek Domino, Rieke: ‘Mohon Respon Cepat Menteri Perdagangan’
BACA JUGA:Donald Trump Resmi Naikkan Tarif Impor, Bikin Ekonomi Indonesia Makin Kalang Kabut?
Emiten besar seperti PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) terancam kehilangan pangsa pasar AS akibat tarif yang tinggi.
Meskipun sektor ini masih mencatat keuntungan, ancaman penurunan ekspor berpotensi mengganggu stabilitas industri secara keseluruhan.
Perang dagang donald trump bisa bikin efek domino. foto: Rieke Diah Pitaloka.--
- Pasar Saham dan Rupiah Bergejolak
Kebijakan tarif ini langsung berdampak pada pasar saham Indonesia.
Saham-saham dari sektor terdampak mengalami tekanan jual, menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.
Tak hanya itu, rupiah juga berisiko melemah akibat berkurangnya pemasukan devisa dari ekspor. Ketidakpastian global yang meningkat semakin menekan kondisi ekonomi dalam negeri.
- Ancaman Gelombang PHK
Selain dampak ekonomi, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Banyak perusahaan yang bergantung pada ekspor ke AS harus melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk mengurangi jumlah tenaga kerja. Jika tidak ada langkah antisipatif, angka pengangguran di Indonesia bisa meningkat tajam dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Indonesia perlu segera mencari solusi. Diversifikasi pasar ekspor menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada AS.
Selain itu, peningkatan kualitas produk dan daya saing industri juga menjadi faktor penting untuk tetap bertahan di tengah ketidakpastian global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: