BMKG: Waspada Kemarau 2025, Bulan Terpanas Diprediksi Pasca Lebaran

BMKG: Waspada Kemarau 2025, Bulan Terpanas Diprediksi Pasca Lebaran

BMKG: Waspada Kemarau 2025, Bulan Terpanas Diprediksi Pasca Lebaran--

BMKG mengimbau sektor pertanian untuk menyesuaikan jadwal tanam sesuai dengan prediksi musim kemarau. 

Petani disarankan menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan serta mengoptimalkan pengelolaan air, terutama di daerah dengan curah hujan lebih rendah dari normal. 

Sebaliknya, di wilayah yang mengalami kemarau lebih basah, peluang ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas lahan sawah guna meningkatkan produksi pangan.

Musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung dalam kondisi iklim normal, tanpa pengaruh kuat dari faktor eksternal seperti ENSO dan IOD.

BACA JUGA:Transformasi Digital dalam Layanan Keuangan, BRI Mengoptimalkan QRIS di BRImo

BACA JUGA:Korban Tragedi Gempa Myanmar dan Thailand Bertambah, 1.700 Meninggal, Indonesia Kirim Bantuan

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa meskipun kemarau diprediksi normal, masih ada kemungkinan curah hujan di beberapa wilayah lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ketidakhadiran dominasi iklim global seperti El Nino dan La Nina membuat musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih stabil. Tidak sekering 2023 yang banyak memicu kebakaran hutan, namun mirip dengan kondisi kemarau 2024," ujar Ardhasena.

Sektor kebencanaan diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kemarau dengan curah hujan normal atau di bawah normal.

BACA JUGA:Bupati Edison Pimpin Pawai Takbiran Keliling, Syiar Islam dan Hiburan Masyarakat

BACA JUGA:Bikin Geger Eropa! Rizky Ridho Tuai Pujian Carlo Anceloti, Siap-siap Gabung Real Madrid?

Dengan perkiraan cuaca yang lebih terkendali, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi dampak musim kemarau. 

Langkah-langkah mitigasi seperti efisiensi penggunaan air, perencanaan pertanian yang adaptif, dan peningkatan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan menjadi kunci utama menghadapi perubahan iklim tahun ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: