Bikin dan Perpanjangan SIM di Polrestabes Palembang Kini Wajib Tes Psikologi, Kalau Nggak Lulus?

Bikin SIM dan Perpanjangan di Polrestabes Palembang Kini Wajib Tes Psikologi, kalau Nggak Lulus?-Foto: dokumen/sumeks.co-
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Mulai Selasa 18 Februari 2025 pekan lalu permohonan pembuatan SIM atau Surat Izin Mengemudi baru dan perpanjangan di Polrestabes Palembang mulai wajib melakukan tes psikologi.
Satpas Satlantas Polrestabes Palembang mulai memberlakukan tes psikologi bagi pemohon SIM baru dan perpanjangan untuk semua golongan SIM.
Sebagai penyelenggaraan tes Psikologi ini dilakukan PT DSPEC Internasional Medika yang memiliki bidang usaha di bidang Aktivitas Pelayanan Kesehatan terutama Tenaga Psikologi Klinis, dengan wilayah usaha di Kota Palembang.
Psikolog yang menandatangani hasil uji psikologi SIM adalah praktisi profesional yg memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) resmi yang dikeluarkan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Pusat.
BACA JUGA:Tidak Terbukti Ada Pungli di Satpas SIM Polrestabes Palembang, Berikut Prosedur dan Syarat Bikin SIM
Psikolog dapat menjalankan praktik psikologi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
"Dengan pelaksanaan Tes Psikologi SIM, diharapkan tujuan jangka panjang untuk menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman dan tertib dapat tercapai, sekaligus memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan Institusi Kepolisian sebagai pemangku kebijakan," ujar Psikolog A Rizki Kurniawan SPsi MPsi.
Adapun yang menjadi dasar bagi PT DSPEC dalam pelaksanaan layanan tes psikologi SIM yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
UU ini menegaskan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pengguna jalan.
BACA JUGA:Jelang Habis Masa Jabatan, Wali Kota Ridho Yahya Langsung Buat SIM Motor-Mobil
BACA JUGA:Buat SIM Motor Lebih Cepat, Uji Lintasan Praktik Lebih Mudah
Dalam Pasal 81, disebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kemampuan kesehatan jasmani dan rohani. Tes Psikologi menjadi bagian dari evaluasi kesehatan rohani yang bertujuan memastikan bahwa calon pengemudi memiliki kemampuan psikologis yang memadai untuk berkendara secara aman.
Surat Rekomendasi Biro Psikologi Mabes POLRI Nomor SRk/2//KES 23.2/2025 Tanggal 23 Januari 2025, lalu Nota Kesepahaman Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dengan PT DSPEC Internasional Medika dengan Nomor 8/2/11/HUK 8.1 1/2025 dan Nomor 001/MoU/DSPEC.IGS/KDSS/I/2025.
merujuk Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi.
Uji Psikologi SIM mengukur kemampuan yang meliputi aspek kemampuan kognitif, kemampuan psikomotorik, dan kepribadian dengan menggunakan 2 jenis instrumen/alat ukur Psikologi melalui metode paper and pencil.
BACA JUGA:Warga Sudah Bisa Buat SIM di Polres Muratara
BACA JUGA:Update Coretan Dinding 'Sarang Pungli' di Polres Luwu, Sudah Dicek Tak Terbukti, Biaya Buat SIM Sesuai Aturan
Adapun proses Uji Psikologi SIM, terdiri dari tahap registrasi, pemberian instruksi tes, pengerjaan tes, skoring dan Interpretasi hasil tes, dan penerbitan hasil Uji Psikologi SIM dengan ketentuan sebagai berikut.
Dan jika pada kedua instrumen/alat ukur menunjukkan hasil memenuhi syarat, maka pemohon dinyatakan memenuhi syarat.
Apabila Pemohon dinyatakan memenuhi syarat, maka Asisten Psikolog berkoordinasi dengan Psikolog untuk mendapatkan persetujuan penerbitan Form Hasil Tes Psikologi SIM. Selanjutnya, Asisten Psikolog dapat menerbitkan Form Hasil Tes Psikologi SIM yang berlaku selama 6 (enam) bulan.
"Jika pada kedua instrumen/alat ukur tidak memenuhi syarat, maka pemohon dinyatakan tidak memenuhi syarat," tambah dia.
BACA JUGA:Kapolres Ogan Ilir Cek Layanan di Sat Lantas, Pastikan Biaya Pembuatan SIM Sesuai PNBP yang Berlaku
BACA JUGA:Sosialisasi BPJS Kesehatan Soal Perpol No 2 Thn 2023 Mengenai Pembuatan SIM dan Kepesertaan JKN Aktif
Apabila Pemohon dinyatakan tidak memenuhi syarat pada kedua jenis instrumen/alat tes, maka Asisten Psikolog berkoordinasi dengan Psikolog agar pemohon diwajibkan mengulang tes sebanyak 1 kali dan apabila Pemohon masih menunjukkan hasil tidak memenuhi syarat, maka tes ulang berikutnya dapat dilakukan setelah 2 minggu dari pelaksanaan tes kedua.
Lalu, Peserta wajib membawa surat hasil rekam medis dari Psikolog atau Psikiater sebagai bukti kelayakan untuk melanjutkan tes.
Dan jika salah satu instrumen/alat tes yang diberikan tidak memenuhi syarat, maka pemohon dinyatakan tidak memenuhi syarat.
"Apabila Pemohon dinyatakan tidak memenuhi syarat pada salah satu tes instrumen/alat tes yang diberikan, maka Asisten Psikolog berkoordinasi dengan Psikolog dan memberikan waktu istirahat selama 1-2 jam kepada Pemohon, lalu memberikan ulang salah satu alat tes yang tidak memenuhi syarat untuk dikerjakan pada hari yang sama," bebernya lagi.
BACA JUGA:Pelayanan Pembuatan SIM Polrestabes Palembang Dihentikan Sementara, Ada Apa?
BACA JUGA:Sindikat Pembuatan SIM Palsu di Gelumbang Muara Emim Terbongkar, 3 Pelaku Diamankan
Tes ini merupakan tes kedua Pemohon. Apabila Pemohon dinyatakan memenuhi syarat pada tes kedua, maka Asisten Psikolog berkoordinasi dengan Psikolog untuk mendapatkan persetujuan penerbitan Form Hasil Tes. Selanjutnya, Asisten Psikolog dapat menerbitkan Form Hasil Tes Psikologi SIM.
Dan bila pemohon dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tes kedua, maka Asisten Psikolog berkoordinasi dengan Psikolog agar pemohon dirujuk ke psikolog atau psikiater untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemohon wajib membawa surat hasil rekam medis dari Psikolog atau Psikiater sebagai bukti kelayakan untuk melanjutkan ulang ketiga dengan melakukan registrasi dan pembayaran mengikuti alur pengajuan awal.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Yenni Dearty membenarkan bahwa bagi pemohon pembuatan SIM maupun perpanjang semua golongan sudah diberlakukan tes psikologi.
Lanjut Yenny, tes psikologi ini juga diberlakukan sesuai surat telegram Kapolda Sumsel No ST/597/YAN 1.1/2022, tertanggal 10 Agustus 2022 tentang pemberlakuan tes psikologi untuk seluruh golongan SIM baru dan SIM perpanjangan.
BACA JUGA:Pasca Libur Tahun Baru 2023, Pemohon Pembuatan SIM di Palembang Membeludak
BACA JUGA:Permudah Calon Pemohon, Polres OKU Rubah Desain Lapangan Uji Praktek Pembuatan SIM
Dimana, berdasarkan UU No 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara Republik Indonesia, UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan Perpol No 02 tahun 2023 tentang perubahan atas Perpol No 05 tahun 2021 tentang penerbitan dan penandaan surat izi mengemudi.
Sementara untuk mekanisme uji psikologi, lanjutnya, pemohon sim baru membawa 1 lembar fotocopy KTP.
Sedangkan, untuk pemohon perpanjangan SIM, membawa 1 lembar fotocopy KTP dan fotocopy SIM lama 1 lembar.
Langkah yang harus dilakukan pemohon sendiri, pemohon menyerahkan berkas ke petugas admin registrasi untuk diarahkan ke tempat pembayaran serta lokasi pelaksanaan uji psikologi.
"Sementara untuk biaya uji psikologi ini pemohon dikenakan Rp100 ribu. Untuk persyaratannya, ditambahkan Yenny, pemohon SIM baru, membawa fotocopy KTP, surat tes kesehatan, uji psikologi, dan bagi pemohon perpanjangan SIM, membawa fotocopy KTP, fotocopy SIM lama, dan surat tes kesehatan, uji psikologi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: