Menjelajahi Tradisi Mappasau Kapal Tongkang: Ritual Pelepasan Calon Haji Suku Bugis di Banyuasin

Suku Bugis yang tinggal di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memiliki tradisi unik menjelang keberangkatan ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah Haji.--
"Turun menurun dilakukan,"ucapnya.
Biasanya orang Bugis nantinya akan menginap selama dua hari atau menjelang keberangkatan ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji.
BACA JUGA:Istri Epy Kusnandar Bela Suami yang Tengah Terjerat Kasus Narkoba, Ternyata Asal OKU Selatan
"Biasanya nginap dua malam, baru berangkat ke asrama haji,"ungkapnya.
Saat keberangkatan dari perairan menuju kota Palembang, orang Bugis itu sendiri yang akan berangkat haji akan diantar secara ramai oleh sanak saudara, keluarga sebagai bentuk kebersamaan dalam suka dan duka.
"Memang sudah menjadi tradisi selalu diantar bersama sama keluarga, guna membantu dan memberikan support pada jemaah haji,"terangnya.
Nantinya di dalam kapal tongkang itu, mereka akan berkumpul hingga masak untuk sehari hari.
BACA JUGA:Calon Jamaah Haji OKI Mulai Ambil Koper Haji untuk Keberangkatan ke Tanah Suci
"Masak sama - sama oleh saudari atau ibu ibu yang pengantar haji,"imbuhnya.
Diakuinya kalau dulu keadaan sering tidak aman, sehingga berkelompok berangkat menggunakan kapal tongkang.
"Zaman tahun 80 - an sangat rawan di daerah 16 ilir, tapi Alhamdulillah sekarang aman dan sangat nyaman,"katanya.
Orang Bugis sendiri merantau dan datang sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah ke Bumi Sedulang Setudung.
Tradisi Mappasau Kapal Tongkang tidak dilakukan oleh semua masyarakat Bugis di Banyuasin. Tradisi ini hanya dilakukan oleh beberapa keluarga tertentu yang masih memiliki kapal tongkang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: