Tata Cara dan Keutamaan Salat Tasbih yang Jarang Diketahui, Lakukan Minimal Sekali Seumur Hidup!

Tata Cara dan Keutamaan Salat Tasbih yang Jarang Diketahui, Lakukan Minimal Sekali Seumur Hidup!

keutamaaan dan tata cara shalat tasbih yang jarang diketahui--

Sholat khusus ini terdiri dari 4 rakaat yang dilakukan dengan cara yang sama seperti rakaat biasa lainnya.

Satu-satunya perbedaan pada shalat tasbih adalah bahwa tata cara sholat ini diwajibkan bertasbih 300 kali di dalamnya.

BACA JUGA:Sejarah Shalat Tarawih dari Zaman Rasulullah SAW yang Banyak Alami Perubahan Dalam Jumlah Rakaatnya

BACA JUGA:Shalat Tarawih Punya Pahala ‘Berjibun’ Bagi yang Konsisten, Simak Keutamaannya!

Adapun tata cara dan waktu pelaksanaan sholat tasbih dapat dilakukan baik siang hari ataupun malam hari dengan berwudu terlebih dahulu sebelumnya.

Tata cara pelaksanaan shalat tasbih menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar ini dikerjakan sebanyak 4 rakaat baik dengan 1 atau 2 salam.

Tata cara untuk sholat tasbih malam, jumlahnya terbagi menjadi 2, yaitu masing-masing 2 rakaat.

Diperlukan 300 kali tasbih yang diucapkan dibagi menjadi 4 rakaat, sehingga 1 rakaatnya berjumlah 75 tasbih.

BACA JUGA:Jangan Keliru! Begini Urutan Dzikir Setelah Shalat yang Benar, Do’a Auto Sat Set Tembus Langit

BACA JUGA:Mau Kecanduan Shalat Malam? Simak Tips, Keistimewaan dan Doa Seputar Tahajjud untuk Wujudkan Resolusi 2024

Jumlah 75 tasbih dipecah untuk setiap gerakan sholat sehingga dalam satu gerakan sholat, tasbih yang diucapkan sebanyak 10 sampai 15 kali.

Tata cara sholat tasbih juga tertuang dalam kitab Al-Minhâjul Qawîm, menurut Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya menuliskan,

“Dan (termasuk sholat sunah) adalah sholat tasbih, yaitu salat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhanallaah wal hamdu lillaah wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.”

Di dalam kitab Ihya’ ditambahi wa laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu, semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203.

BACA JUGA:Pembagian Waktu Shalat Dhuha, Ternyata Ada 3 Waktu dan Punya Manfaat Berbeda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: