Bahaya SPF Palsu! Simak Pentingnya Uji In Vitro serta In Vivo untuk Sunscreen

  Bahaya SPF Palsu! Simak Pentingnya Uji In Vitro serta In Vivo untuk Sunscreen

Sunscreen menjadi salah satu produk prawatan wajah yang banyak digunakan untuk melindungi kulit dari jahatnya sinar matahari. --dok sumeks.co

BACA JUGA: Mudah Meresap dan Anti Iritasi, Berikut 6 Rekomendasi Merk Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Sensitif

Sedangkan uji in vivo tidak kalah penting dari in vitro, karena produk sunscreen sangat perlu diuji secara in vivo agar kualitasnya terjamin lebih asli lagi.

Namun berbeda dengan uji in vitro yang biasanya dilakukan dalam lingkungan terkendali serta tidak melibatkan beberapa orang.

Pada pengujian in vivo justru masih membutuhkan sebagian orang sebagai objek uji produknya, karena hal ini untuk mengetahui serta menguji sunscreen saat digunakan oleh manusia.

Namun biasanya uji in vivo dilakukan dengan cara mengaplikasikan produk sunscreen ke kulit tubuh, lalu akan di tes untuk mengetahui seberapa bagusnya sunscreen melindungi dari paparan sinar UV.

BACA JUGA:Kulit Sensitif Susah Cari Facial Wash? Ini 5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka, Tidak Bikin Iritasi

Dari uji tes inilah bisa mendapatkan kesimpulan jika sebuah sunscreen sudah sesuai dengan standarnya yang dimulai dari tingkat SPF sampai PA dan tertera pada kemasan produk.

Berikut penjelasan uji in vitro dan in vivo pada sunscreen sangat penting dilakukan : 

Melakukan uji in vitro dan in vivo pada produk memang sangat diperlukan, karena dari hasil tes tersebut dapat membuktikan jika sunscreen memiliki tingkat SPF yang sesuai dengan klaimnya.

Dengan melakukan tes tersebut, tidak akan ada yang namanya SPF palsu sehingga akan membahayakan pengguna sunscreen tersebut dan membuat kulit menjadi rusak.

BACA JUGA:Ingin Kulit Cerah? Lakukan Bodycare Kombinasi Vitamin C+E serta Superfoods

Tidak hanya itu, lebih baik lagi jika sunscreen melakukan kedua tes tersebut yaitu uji in vitro dan in vivo sehingga menjadi produk yang benar – benar aman.

Jika hanya melakukan satu tes saja yaitu uji in vitro, akan mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga menyebabkan munculnya SPF palsu.

Karena itu, uji vivo sangat perlu untuk dilakukan setelah pengujian in vivo agar dapat melihat efel dari penggunaan sunscreen ke kulit tubuh serta wajah.

Saat ingin melakukan perilisan produk sunscreen, sangat penting untuk beberapa brand melakukan tes agar SPF yang ada didalam kemasan sesuai dengan klaim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: