Syurahbil bin Hasanah, Teman Dekat Nabi Sang Penakhluk Suriah yang Wafat Sebab Wabah ‘Amwas

Syurahbil bin Hasanah, Teman Dekat Nabi Sang Penakhluk Suriah yang Wafat Sebab Wabah ‘Amwas

Syurahbil bin Hasanah, salah satu pemeluk Islam awal atau golongan assabiqunal awwalun diantara sahabat Nabi Muhammad SAW.--net

SUMEKS.CO - Syurahbil bin Hasanah ialah teman dekat Nabi SAW yang berperan dalam penakhlukkan Suriah akan tetapi wafat terkena wabah ‘Amwas.

Syurahbil bin Hasanah, salah satu pemeluk Islam awal atau golongan assabiqunal awwalun diantara sahabat Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau wafat dikarenakan merebaknya wabah tha’un.

Sahabat nabi satu ini memiliki karir politik dan terlibat dalam penakhlukkan Suriah pada saat itu. Termasuk bagian dari rombongan yang turut hijrah dari Makkah ke Habasyah dengan tujuan menghindari penyiksaan dari kaum kafir.

Dikenal seorang anak yatim yang mengikuti semua pertempuran yang diikuti oleh Nabi SAW. Nama belakang Syurahbil diambil dari nama ibunya, ayah Syurahbil Abdullah bin Mutha’ bin Amr ialah seorang anggota suku Arab.

BACA JUGA:Niat Balas Dendam, Anak Abu Jahal Ini Malah Turut Menumpas Nabi Palsu hingga Syahid Diakhir Hayatnya

Garis keturunan ibu Syurahbil terhubung dengan suku Quraisy dari klan Bani Zuhrah dan Bani Jumah di Makkah.

“Muhammad bin Ishaq mengatakan: ‘Hasanah Ummu Syurahbil (Ibu Syurahbil) adalah isteri Sufyan bin Ma’mar bin Habib bin Wahb bin Hudzafah bin Juma’. Dari Hasanah, dia memiliki anak: Khalid dan Junadah, keduanya anak Sufyan bin Ma’mar (yang juga turut berhijrah) ke negeri Habasyah. Kemudian dia keluar bersama istrinya, Hasanah, dan (kedua) anak mereka, Khalid dan Junadah, serta saudara seibu mereka, Syurahbil bin Hasanah dalam hijrah yang kedua menuju negeri Habsyah” (Imam Ibnu ‘Asakir, Tarîkh Madînah Dimasyq, Beirut: Dar al-Fikr, 1995, juz 22, h. 467).

Sahabat yang dipercaya Rasulullah SAW untuk menjemput ummul mukminin Ummu Habibah dari negeri Habasyah.

Menurut Imam Abdullah bin Muhammad, Syurahbil pernah menetap di Dimasyq atau Damaskus.

BACA JUGA:Perbuatan Sederhana yang Miliki Keutamaan dan Kedudukan Tinggi Disisi Allah SWT, Hidup Tenang Bila Diamalkan

Imam Abdullah bin Muhammad mengatakan :

“Syurahbil bin Hasanah, Hasanah adalah (nama) ibunya. Dia adalah Syurahbil bin Abdullah bin al-Mutha’ bin ‘Amr dari (Bani) Kindah, (yang merupakan) sekutu Bani Zuhrah, (biasa) dipanggil dengan sebutan Abu ‘Abdullah. Dia termasuk (orang yang) awal (memeluk) Islam di Makkah, (dan termasuk golongan) yang berhijrah ke Habasyah di periode kedua. Dia (turut) berperang bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak peperangan. Dia (juga) salah satu komandan (perang) yang diangkat (Sayyidina) Abu Bakar ke Syam, dan wafat di Syam terkena Tha’un ‘Amawas di tahun 18 (Hijriah) di (era) Khalifah Umar bin Khattab (ketika itu) dia berusia 67 tahun” (Imam Ibnu ‘Asakir, Tarîkh Madînah Dimasyq, juz 22, h. 470).

Setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun 632, banyak suku Arab yang murtad atau keluar dari agama islam.

Golongan ini menolak kepemimpinan kaum muslim sehingga dilancarkannya Perang Riddah oleh Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar Ash-Shiddiq.

BACA JUGA:Peristiwa Isra’ Mi’raj, Makna Tersirat Transitnya Nabi SAW di Palestina Sebelum Menuju Sidratul Muntah

Perang Riddah ini untuk memerangi orang-orang yang murtad dan menundukkan suku-suku tersebut.

Syurahbil berperang di pihak muslim dengan jabatan sebagai wakil jenderal dari Khalid bin Walid dalam pertempuran Aqrabah.

Pertempuran ini disebut juga pertempuran Yamamah din Najd Tengah atau Arab bagian tengah.

Syurahbil turut andil dalam penumpasan nabi palsu yaitu Musailamah Al-Kazzab dan menjadi panglima laskar Abu Bakar.

BACA JUGA:Jangan Dzalim Sama Badan Ya, Ini 4 Hal Menurut Ibnul Qayyim Dapat Merusak

Syurahbil bin Hasanah ialah duta pembawa surat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muqaudis, Raja Mesir.

Syurahbil bin Hasanah dikenang sebagai juru tulis sang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadi penulis surat kepada penduduk Makkah.

Sebagaimana riwayat yang berbunyi,  “Dia adalah Syurahbil bin Abdullah bin al-Mutha’, datang ke Mesir sebagai utusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada penguasanya. (Saat) Nabi Muhammad wafat, dia sedang berada di Mesir” (Imam Ibnu ‘Asakir, Tarîkh Madînah Dimasyq, juz 22, h. 471).

Mimpi Syurahbil pun menjadi kenyataan yaitu penaklukan Negara Yordania salah satu negara yang berada di wilayah Syam.

BACA JUGA:Bagaimana Jadinya, Tanpa Risalah Nabi Syits Manusia dan Jin Saling Bertatapan

Setelah tentara Bizantium dikalahkan di pertempuran Yarmuk, Syurahbil diperintahkan untuk menaklukkan Palestina Utara.

Penakhlukkan atas negeri Syam dari Romawi timur ini ialah perintah langsung dari Abu Ubaidah bin Jarrah pada masa pemerintahan Abu Bakar.

Ia berhasil menaklukan wilayah tersebut dengan pengecualian Kaisarea atau Tiberias yang kemudian ditaklukan oleh jenderal muslim lainnya setelah pengepungan beberapa tahun.

BACA JUGA:Gebrakan Umat Islam Pada Bulan Rajab! Intip Deretan Peristiwa Besar dari Kejayaan Hingga Runtuhnya Khalifah

Syurahbil meninggal pada tahun 639 karena terinfeksi wabah ‘Amwas di Palestina tengah bersama satu dari empat jenderal lainnya, Yazid bin Abi Sufyan.

Menurut sejarawan abad ke-9 Ahmad al-Baladzuri, ia berusia 69 tahun, sedangkan sejarawan abad ke-13 Ibnul Atsir menulis bahwa ia meninggal pada usia 67 tahun.

Menurut sebagian riwayat, Syurahbil, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan Abu Malik terkena tha’un ‘Amwas di hari yang sama.

BACA JUGA:Wajib Tahu! Ini Ciri-ciri Anak yang Akan Jadi Orang Saleh dan Salihah Ketika Dewasa, Bisa Dilihat Sejak Kecil

Imam al-Harits bin ‘Umair mengatakan : “Abu ‘Ubaidah, Syurahbil bin Hasanah dan Abu Malik terkena wabah di hari yang sama” (Imam Ibnu ‘Asakir, Tarîkh Madînah Dimasyq, juz 22, h. 472).(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: