Muhammad bin Salman Al-Saud Bakal Jadikan Timur Tengah Sebagai Eropa Baru, Netizen: Tanda Kiamat yang Nyata

Muhammad bin Salman Al-Saud Bakal Jadikan Timur Tengah Sebagai Eropa Baru, Netizen: Tanda Kiamat yang Nyata

keinginan Muhammad bin Salman Al-Saud menjadikan Timur Tengah sebagai Eropa Baru menuai kecaman dari warganet.--

Menurut Muhammad bin Salman Al-Saud, dalam lima tahun ke depan, Kerajaan Arab Saudi akan tampil berbeda. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh negara Timur Tengah lainnya Bahrain. 

BACA JUGA:Astaghfirullah, Pemerintah Arab Saudi Tangkap Ulama Setempat Lantaran Protes Konser Musik, Pertanda Apa?

"Kuwait hingga Qatar juga demikian, walaupun ada perselisihan diantara kita. Mereka juga akan berbeda total lima tahun ke depan," katanya lagi. 

Sementara itu, negara Timur Tengah lainnya seperti Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Lebanon, Yordania, Mesir, Irak, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadikan Eropa baru di Timur Tengah. 

"Jika kami sukses memulainya dalam lima tahun ke depan, negara lain akan mengikuti," lanjutnya. 

Muhammad bin Salman Al-Saud menyebut, akan terjadi renaissance global atau pembaharuan global yang akan terjadi dalam 30 tahun ke depan adalah Timur Tengah.

BACA JUGA:Panji Gumilang Ingin Indonesiakan Budaya Arab, Mau Ubah Tahun Hijriah Jadi Qomariah

"Insyaallah. Ini adalah peperangan Saudi. Peperanganku dibawah kendaliku. Dan aku tak mau mati, sampai aku melihat Timur Tengah berada di posisi terdepan di dunia," katanya lagi. 

Muhammad bin Salman Al-Saud meyakini, keinginannya tersebut akan tercapai 100 persen. Tentunya, untuk mewujudkan hal tersebut, negara-negara di Timur Tengah harus bersatu padu. 

Pernyataan Pangeran Arab Saudi tersebut, mendapatkan beragam komentar dari warganet. Sebagian besar warganet Indonesia, mendukung keinginan Muhammad bin Salman Al-Saud tersebut. 

"Tanda2 kebangkitan umat Islam," ujar netizen. 

BACA JUGA:Pencarian Idun, Jemaah Haji Embarkasi Palembang Terus Berlanjut, PPIH Arab Saudi Sisir Jeddah dan Mu'aisyim

"Arab sudah lebih cerdas berpikir. Beda sama kita. Ribut aja melulu apalagi jelang hajatan politik dimana agama dibawa2 jdi politik identitas. Yg untung malah hanya kaum elit politik, rakyat dapat ampas," timpal netizen lain. 

"Biarin saja yg penting terbalik eropa muslim bertambah amerika rusia jerman muslim makin bertambah," kata netizen lain. 

"Puji Tuhan Islam mulai maju dan mengikuti eropa, smoga kadrun Indonesia jg seperti ini dan bukan demo trus serta membahas surga terus," sambung yang lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: