ASN Makin Cakap Digital - Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Lingkungan ASN Provinsi Kalimantan Timur

ASN Makin Cakap Digital - Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Lingkungan ASN Provinsi Kalimantan Timur

--

SUMEKS.CO - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri dalam menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa-Kamis, 21-23 Februari 2023.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Hotel Mercure, Kota Samarinda dan diikuti oleh 50 ASN Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pemprov Kaltim yang hadir secara langsung pada hari pertama, dengan target capaian sebanyak 18.000 ASN Kalimantan Timur terliterasi digital.

Kegiatan ini juga dapat diikuti secara luring maupun daring melalui live streaming Youtube dan Zoom. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi ASN di Provinsi Kalimantan Timur dalam bidang teknologi digital.

Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada tahun 2022 lalu yang menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai sebesar 3.54 dari 5.00. Berdasarkan hal tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori “sedang”.

BACA JUGA:Begini Suasana Peringatan Isra Mikraj di Desa Sri Tiga Kecamatan Sumber Muara Telang Banyuasin

Kegiatan literasi digital yang diselenggarakan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintahan daerah tingkat satu dan dua di Provinsi Kalimantan Timur ini merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Sri Wahyuni saat membuka kegiatan menghimbau peserta untuk tetap menjaga perilakunya di dunia digital.

“Ketika kita bermain di dunia digital jangan lupa pakaian kita adalah ASN. Kita tidak bisa menggunakan media digital sebagai media ekspresi personal ketika kita sedang menggunakan media pemerintah,” himbaunya.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng turut menghadiri kegiatan secara daring dan menyampaikan bahwa netralitas ASN menjelang pemilihan umum tahun 2024 harus sangat diperhatikan karena sudah ada aturan yang mengatur mengenai hal tersebut dengan konsekuensi yang sesuai apabila aturan tersebut dilanggar.

BACA JUGA:Zaidan Asrowi Pembalap Muda yang Siap Wakili Lahat di Porprov Sumsel XIV

“Kita (ASN) tidak boleh mengkampanyekan ataupun mempromosikan di media sosial para peserta pemilihan umum yang akan dilakukan tahun depan,” tegasnya.

Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Dr. Sugeng Hariyono, M.Pd menjelaskan bahwa masyarakat khususnya ASN sedang menghadapi era perubahan yang disebut Volatile atau tidak stabil, Uncertainty atau tidak pasti, Complexity atau rumit, dan Ambiguity atau ambigu (VUCA).

Hal tersebut tidak boleh menjadi halangan bagi ASN untuk bekerja.

”Mari kita konversi kondisi tersebut dari Volatile menjadi Vision, Uncertainty menjadi Understanding, Complexity menjadi Clarity, Ambiguity menjadi Agile.” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: