Melihat Budidaya Madu Lebah Klanceng Milik Yandi Afriyandi, Terinspirasi dari Youtube, Raup Cuan Jutaan Rupiah

Melihat Budidaya Madu Lebah Klanceng Milik Yandi Afriyandi, Terinspirasi dari Youtube, Raup Cuan Jutaan Rupiah

Yandi Afriyandi menunjukkan Budidaya Madu Lebah Klanceng miliknya.-Foto: Dian Cahyani/sumeks.co-

PRABUMULIH, SUMEKS.CO - Di Halaman rumahnya yang berada di Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan PRABUMULIH Timur, Kota PRABUMULIH, Yandi (sapaan akrabnya, red) memelihara lebah klanceng penghasil madu bersama istrinya.

Setiap sudut di halaman rumahnya yang cukup luas, terletak belahan batang pohon bercorong lengkap dengan papan segi empat tertutup plastik rapat berisi lebah di dalamnya.

Tak kurang dari puluhan koloni lebah klanceng yang menghiasi halaman rumahnya itu. Mulai dari halaman depan, samping hingga halaman belakang rumahnya.

"Disini sedikit, yang banyak di dusun (OKI)," ujar Yandi, mengawali perbincangan.

Terinspirasi dari youtube, dia mengaku tertarik memelihara lebah klanceng sejak setahun terakhir yang didapatnya dari hasil perburuan lebah di OKI dan Baturaja.

BACA JUGA:Cepetan Download, Dua Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Terbaru di Tahun 2023

"Kebanyakan yang merawatnya wong rumah (istri). Yang promosi ke medsos juga wong rumah," sambungnya perlahan membuka tutup lebah klanceng yang ada di belakang rumahnya.

Adapun jenis lebah klanceng yang dipeliharanya, yakni jenis Torasika Trigona.

"Ada sekitr 15 kotak toping. 1 kotak pasti panen setiap bulan," sambungnya mengaku 1 kotak bisa menghasilkan lebih kurang 1 kg madu.

Pemasarannya pun tak susah, banyak warga yang datang langsung ke rumahnya untuk membeli madu. Bahkan, tak sedikit pula yang menitipkan botol setiap kali panen.

"1 kg biasanya dijual dengan hrga Rp400-500 ribu," akunya.

BACA JUGA:Asyik! ada Saldo DANA Gratis Rp700 Resmi dari Pemerintah, Link Pendaftaran ada Disini

Perawatannya pun tak susah, lebah bisa mencari makan sendiri keluar dari sarangnya dan juga pulang sendiri kalau sudah selesai makan.

"Asalkan ada ratu nya, mereka tidak akan meninggalkan sarangnya. Kalau keluar mencari makan, pasti kembali lagi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: