Penguatan UMKM Keripik Kelapa di Desa Burai Menuju Kemandirian Ekonomi Bersama Universitas IGM

Penguatan UMKM Keripik Kelapa di Desa Burai Menuju Kemandirian Ekonomi Bersama Universitas IGM

Ilustrasi--

OGAN ILIR, SUMEKS.CO - Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh Tim Universitas IGM selama tiga hari mulai tanggal 13 sampai dengan 15 Desember 2022.

Kegiatan PkM ini di danai oleh Kemendikbudristek melalui program Insentif PkM tahun 2022 yang diketuai oleh Rudi Heriansyah, Ph.D. untuk penguatan usaha UMKM Keripik Kelapa di Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir. Pelaksanaan PkM ini adalah implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Kegiatan PkM ini disambut sangat baik oleh Kepala Desa Burai, Erik Asrillah, A.M.Kep. serta dihadiri ibu-ibu Desa Burai yang tergabung dalam kelompok UMKM Keripik Kelapa, yaitu sebanyak 72 orang yang di bagi tiga hari pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian pelatihan kegiatan PkM tersebut.

Pada pelatihan PkM ini menghadirkan narasumber yaitu H. Burlian Topo sebagai Inovator Teknologi Tepat Guna sekaligus pelatih produksi Keripik Kelapa, dan narasumber lainnya dari dosen-dosen Universitas IGM yaitu Rudi Heriansyah, Ph.D., Dr. Fauzia Afriyani, S.Pd., M.Si dan Husni Mubarat, S.Sn., M.Sn untuk pelatihan Brand Market, Inovasi Produk, dan Digital Marketing UMKM Keripik Kelapa pada Desa Burai. 

BACA JUGA:Lomba Suami Rias Istri Warnai Peringatan Hari Ibu di OKI, Usung Tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju

Pak H. Topo sendiri berasal dari Desa Burai yang merantau ke Palembang menyatakan bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik kelapa merupakan inovasi produk terbaru pada Desa Burai.

Desa Burai memiliki beberapa usaha lain seperti keripik ubi, kempelang tunu, keripik pisang, dan lain-lain. Untuk Keripik Kelapa ide pencetusnya dikarenakan banyaknya pohon kelapa yang berada di dalam maupun diluar desa tersebut yang di perlu di budidayakan agar dapat menaikkan taraf ekonomi masyarakat Desa Burai.

Untuk menambah nilai ekonomi keripik kelapa di butuhkan sebuah brand market yakni logo dan packaging yang baik dan menarik.

Menurut Husni, bahwa logo harus memberikan identitas tertentu, baik untuk produk maupun pemilik produk, sehingga diperlukan sebuah desain logo yang mencerminkan Desa Burai agar sekaligus memperkenalkan hasil yang telah dikelolah oleh UMKM keripik kelapa tersebut.

BACA JUGA:Stadion Kamboja tak Terawat, Pemkot Palembang Butuh Bantuan

Logo keripik kelapa tersebut yakni “Niok Chips.” “Niok” merupakan bahasa lokal Desa Burai untuk buah kelapa sedangkan “chips” adalah istilah asing untuk keripik.

Menurut Fauzia, untuk menambah citra rasa keripik kelapa di perlukan inovasi produk dalam hal ini dengan rasa yang bervariasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: