Berikan Bantuan untuk UMKM, Wako Palembang Nostalgia Jadi Pedagang

Berikan Bantuan untuk UMKM, Wako Palembang Nostalgia Jadi Pedagang

H Harnojoyo memberikan bantuan modal kerja kepada pelaku usaha UMKM, Kamis 24 November 2022. --

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberi bantuan kepada sebanyak 129 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bantuan tersebut berupa perlengkapan alat usaha UMKM seperti mesin jahit, kompor gas, etalase serta gerobak.

"Pelaku UMKM tersebut mendapatkan bantuan dari Dana Insentif Daerah (DID) anggaran 2022 yang berasal dari dana bantuan pemerintah pusat," kata Wali Kota Palembang H Harnojoyo saat menyampaikan kata sambutan pada acara penyerahan bantuan barang UMKM dari DID tahun 2022, di Ruang Parameswara Kantor Wali Kota Palembang, Kamis 24 November 2022.

Harnojoyo menjelaskan, Kota Palembang mendapatkan penghargaan berupa dana yang dipergunakan untuk membantu para pelaku UMKM agar lebih produktif dan lancar dalam produksi usaha.

BACA JUGA:Wali Kota Palembang H Harnojoyo Resmi Jabat Ketua Presidium JKPI

"Saya berharap pelaku UMKM yang ada di kota Empek-Empek ini lebih baik dan semakin maju," jelasnya.

Lanjut Harnojoyo, seperti diketahui pada krisis moneter di tahun 1998, pelaku UMKM yang bisa menyelamatkan roda perekonomian.

"Dulu saya juga pelaku UMKM, modal dengan lima ayam, saya berjualan di Pasar 16 Ilir, singgkat cerita dari hasil penjualan tersebut bisa menghasilkan dan bertambah terus modalnya. Maka dari itu semangat serta sabar adalah modal utama yang harus dimiliki," ucapnya.

Kendati demikian, Harnojoyo juga memberi pesan motivasi untuk pelaku UMKM Kota Palembang.

"Jika gagal usaha dan kembali gagal harus berdiri, jangan putus asa," tutupnya.

BACA JUGA:Palembang Banjir, ini Kata Harnojoyo

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Sulhijawati menuturkan, rincian total yang mendapatkan bantuan sebanyak 129 UMKM.

129 UMKM teraebut yakni 114 janda yang memiliki usaha kuliner serta kerajinan tangan, 15 pelaku usaha yang distabilitas dan usaha kuliner dan lainnya.

"Dalam peraturan yang berlaku kita prioritas dua pelaku usaha seperti janda dan distabilitas. Palembang sendiri mendapatkan bantuan sebesar Rp500 juta dari pusat. Kita memberikan bantuan secara simbolis kepada mereka seperti mesin jahit, kompor gas, etalase serta gerobak bakso," tukasnya.

Sumber: