Stunting Harus Dicegah Bukan Diobati

Stunting Harus Dicegah Bukan Diobati

--

PAGARALAM, SUMEKS.CO - Sosialisasi pencegahan stunting dan keluarga berencana (KB) kali ini menyasar warga Kelurahan Kuripan Babas, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Kamis (22/9).

Acara dilaksanakan di gedung hotel Darma Karya. Dra Minarni MKM, Sekretaris Dinas PPKBP3A Kota Pagaralam dalam kesempatan itu mengatakan, stunting merupakan orang yang gagal tumbuh sehingga harus dicegah sedini mungkin.

"Bisa dicegah melalui calon Ibu atau calon pengantin. Sebelum dia jadi pengantin sehingga anak yang akan dilahirkan diharapkan menjadi anak berguna bagi keluarga dan negara," imbuhnya.

Perwakilan BKKBN Sumsel, Taruna Rosevelt menambahkan, ketika seorang istri dinyatakan hamil maka disitulah istri harus diperhatikan gizi dan nutrisinya.

BACA JUGA: Persaja PALI Polisikan Pengacara Alvin Lim, Ini Kasusnya

"Kalau kita mengharapkan generasi berkualitas, maka harus memberikan perhatian penuh kepada istrinya. Sebagai seorang suami dan laki laki, harus mengingatkan istri untuk menjaga kesehatan," imbuhnya.

Wakil Wali Kota Pagaralam, Muhammad Fadli yang turut hadir dalam kegiatan itu menambahkan, memperhatikan gizi dan nutrisi Ibu hamil merupakan bagian dari mencegah stunting untuk mendapatkan keturunan yang baik.

Sebaliknya, kalau reproduksi belum sehat maka sebaiknha kita tunda dulu (hamil, red)

"Sekarang banyak yang berfikiran stunting itu gizi buruk, beda. Kalau gizi buruk bisa sehat dengan cara dikasih vitamin tapi kalau stunting selesai. Untuk itu stunting harus dicegah bukan diobati," tukasnya.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani Chaniago diwakili oleh staf ahli Manna Nababan. Tak ketinggalan, warga yang bisa menjabat pertanyaan diberikan hadiah doorprize. (*)

Sumber: