2 Pelaku Penganiyaan Putranya Ditetapkan Tersangka, Soimah: Saya Ingin Memeluk Mereka

2 Pelaku Penganiyaan Putranya Ditetapkan Tersangka, Soimah: Saya Ingin Memeluk Mereka

Soimah didampingi suami menunjukkan foto almarhum anaknya yang meninggal akibat penganiayaan. Keluarga berharap kasus ini terus berlanjut hingga tuntas. Foto : dokumen/sumeks.co--

BACA JUGA:Tim Kedokteran Forensik Bongkar Makam Putra Soimah untuk Ekshumasi

“Saya ingin memeluk mereka berdua,” ujar Soimah yang terus berurai air mata. 

Keluarga akan terus memantau dan melihat apa langkah selanjutnya.

“Hukum ini terus berjalan itu yang terpenting dan polisi juga bisa mengusut pihak lain hingga kasus ini tuntas,” tutup Soimah.

Diketahui, Soimah mengadukan dugaan kematian sang anak berinisial AM yang mengalami dugaan tindak kekerasan kepada pengacara Hotman Paris saat berada di Palembang Minggu 4 September 2022 lalu.  

BACA JUGA:Pimpinan Ponpes Gontor Berziarah ke Makam AM Putra Sulung Soimah di Palembang

Soimah menceritakan harus kehilangan putra sulungnya untuk selama-lamanya dengan cara tragis. 

"Dari pihak ponpesnya bilang anak saya meninggal karena sakit, dia meninggalnya jam 06.45 WIB, kami dikabari jam 10.00 WIB. Tapi kami menduga dia meninggal akibat mengalami tindak kekerasan," urai Soimah kepada Hotman dengan nada bicara terisak menahan tangis. 

Mendapati laporan tersebut, refleks Hotman pun mengarahkan ponselnya ke arah Soimah. 

"Hallo Bapak Kapolda Jawa Timur disini ada seorang ibu ketemu Hotman di Palembang. katanya anak meninggal, Diduga akibat tindak kekerasan belum tahu siapa pelakunya," sebut Hotman saat jumpa media di Resto Buntut Sunda Kang Ali di Jl Jenderal Sudirman Km-3,5 Minggu 4 September 2022. 

BACA JUGA:Hasil Ekshumasi Putra Soimah Diserahkan ke Tim Penyidik Polres Ponorogo

Diceritakan Soimah, sepengetahuannya bersama keluarga, anaknya tidak pernah mengadukan sakit. Namun, tiba-tiba pengasuhan pondok memberikan kabar bahwa anaknya meninggal dunia pada Senin,  22 Agustus 2022 pukul 10.20 WIB. 

Padahal, di surat keterangan yang Soimah terima, anaknya meninggal  pukul 06.45 WIB. Menurutnya, rentang waktu itu menjadi pertanyaan bagi keluarganya.  

"Karena mendengar berita itu kami shock dan tidak bisa berpikir apa-apa. Kami hanya berharap kedatangan ananda ke Palembang meskipun hanya tinggal mayat," ungkap Soimah yang terus berurai air mata. 

Lanjutnya, Selasa 23 Agustus 2022 lalu jenzah anaknya diantar pihak pondok dipimpin salah satu ustad Agus, perwakilan ponpes. Di hadapan keluarga dan pelayat disampaikan, kronologi bahwa almarhum terjatuh akibat kelelahan mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: