Jadi Korban Pencabulan, Bocah SD Trauma, Keluarga Mengungsi

Jadi Korban Pencabulan, Bocah SD Trauma, Keluarga Mengungsi

SUMEKS.CO, LAHAT - RT (35), warga Kelurahan Kota Baru, Lahat hanya bisa bersabar lantaran anaknya yang berusia 9 tahun diduga menjadi korban pencabulan.

RT berharap agar psikologis anaknya menjadi pulih sejak menjadi korban pencabulan yang terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat ini korban rutin melakukan pemeriksaan psikologis.

Sebelumnnya anaknya menjadi korban pencabulan oleh remaja laki-laki 14 tahun. Usai menceritakan kejadian pencabulan, korban menjadi lebih tertutup dan terkadang kasar dengan adiknya.

BACA JUGA:Trauma Korban Pencabulan Oknum Guru Masih Rendah

"Kalau sekarang rutin ke pendampingan psikolog dan berangsur baik. Namun pernah terjadi dia kasar dengan adiknya. Mungkin trauma, akibat pernah dikasari oleh yang lebih besar. Jadi melampiaskan dengan orang yang lemah darinya," bebernya.

Orang tua korban berharap agar ke depan anaknya menjadi pulih secara psikologis dan traumanya hilang.

Sementara, kasus pencabulan yang sudah dilaporkannya ke pihak Polres Lahat, agar bisa ditindaklanjuti. Saat ini keluarga dan keluarga terpaksa mengungsi dan tinggal di rumah kontrakan.

BACA JUGA:Kejari Ogan Ilir Eksekusi Buronan Tindak Pidana Pencabulan Anak

Lantaran pelaku dan keluarganya masih bertetangga dengannya. Selain itu jalur mediasi dengan keluarga pelaku belum ada titik temu dan pihak pelaku tidak mengaku.

"Ya, kami ngontrak dulu dek. Takut kami, anak juga masih trauma," ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Herly Setiawan disampaikan Kanit PPA Ipda Agus Santoso dikonfirmasi akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

"Akan dicek dulu ya," ungkap Ipda Agus Santoso.(gti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: