Banner Pemprov

Kiai Raja, Raja Kiai

Kiai Raja, Raja Kiai

Kiai Raja atau Raja Kiai? Refleksi Kekuasaan, Kritik, dan Tawadhu di Pesantren--

Yang Perlu Diwaspadai

Menurut saya, bahaya terbesar bukanlah kekuasaan.

Bahaya terbesar adalah kesepian intelektual.

Semakin tinggi posisi seorang kiai, semakin sedikit orang yang berani berkata:

"Kiai, saya kira pendapat itu perlu dipertimbangkan kembali."

Ketika semua orang hanya mengangguk, seorang pemimpin kehilangan cermin.

Irving Janis (1982) menyebut fenomena ini sebagai groupthink, yaitu keadaan ketika sebuah kelompok kehilangan kemampuan berpikir kritis karena terlalu kuatnya dorongan untuk mempertahankan kesepakatan.

Dalam situasi seperti itu, kesalahan menjadi sulit dikenali karena tidak ada lagi suara yang berani mengoreksi.

Kesepian intelektual adalah kondisi ketika seorang pemimpin dikelilingi penghormatan, tetapi kehilangan kritik. Ia memiliki pengikut, tetapi tidak lagi memiliki sahabat yang berani mengatakan kebenaran.

Padahal, dalam tradisi Islam, nasihat dan koreksi merupakan bagian penting dari kepemimpinan yang sehat.

Yang Patut Diteladani

Dari kiai-kiai besar yang dikenang sejarah, biasanya ada tiga ciri.

Pertama, tawadhu’ meskipun berpengaruh.

Kedua, mau mendengar meskipun berilmu.

Ketiga, mau mengalah meskipun mampu menang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait