Kiai Raja, Raja Kiai
Kiai Raja atau Raja Kiai? Refleksi Kekuasaan, Kritik, dan Tawadhu di Pesantren--
Bukan pula seberapa luas pengaruh yang dimilikinya, melainkan seberapa terbuka hatinya menerima kritik yang jujur.
Pada akhirnya, kepemimpinan yang bertahan lama bukanlah kepemimpinan yang dibangun di atas kultus individu, melainkan kepemimpinan yang melahirkan tradisi ilmu, keteladanan, dan kader-kader yang mampu melanjutkan perjuangan.
Di situlah makna terdalam dari tawadhu’. Bahwa semakin tinggi seseorang di mata manusia, semakin ia menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah SWT.
Sebab, sebagaimana pepatah para ulama, padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Dan pemimpin yang semakin besar seharusnya semakin rendah hati.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
1 Muharram 1448 H / 16 Juni 2026
Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, M.A.
Mudir 'Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya
Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











