Pemilu Israel, ini Hasil Hitung Cepat

Rabu 28-10-2026,09:11 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

Ia juga menyatakan bahwa sayap militer Hamas harus dihancurkan atau dibubarkan. Eisenkot mengkritik hasil perang Israel di Gaza karena menilai Hamas masih menguasai wilayah tersebut. Dengan demikian, pergantian pemerintahan Israel belum tentu membawa perubahan mendasar terhadap kebijakan mengenai Palestina.

BACA JUGA:Tunjuk Dubes, Israel Negara Pertama Mengakui Kemerdekaan Somaliland

BACA JUGA:Kemlu RI Kecam Pemasangan Spanduk Propaganda Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia

Sementara itu, partai-partai Arab Israel berharap tingginya partisipasi pemilih dapat memperkuat posisi politik mereka. Kandidat dari aliansi Joint List, Faten Gattas, menyampaikan penolakan terhadap pendudukan dan diskriminasi.

"Kami menolak pendudukan dan rasisme, dan kami akan tetap berada di sini," kata Gattas dalam pidato di markas aliansi tersebut di Nazareth.

Partisipasi pemilih Israel tertinggi dalam dua dekade

Komite Pemilihan Umum Pusat Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua dekade terakhir dan meningkat sekitar tujuh poin persentase dibandingkan pemilu 2022. Antrean panjang terlihat di sejumlah tempat pemungutan suara sepanjang Selasa.

Tingginya partisipasi terjadi ketika masyarakat Israel menghadapi berbagai persoalan terkait keamanan, perang, dan masa depan kepemimpinan negara. Netanyahu, yang kini berusia 77 tahun, telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 19 tahun dalam tiga dekade terakhir. Ia beberapa kali berhasil mempertahankan atau merebut kembali kekuasaan setelah menghadapi krisis politik.

Sejak 2009, lawan-lawan politiknya hanya sekali berhasil menggantikannya sebagai perdana menteri. Namun, sekitar 18 bulan kemudian, Netanyahu kembali menjabat. Dalam kampanye pemilu kali ini, Netanyahu juga mendapat dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjadi sekutunya dalam konflik dengan Iran. 

Di sisi lain, ia masih menghadapi proses hukum terkait tuduhan korupsi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Netanyahu membantah tuduhan tersebut.

Kapan hasil resmi pemilu Israel diumumkan?

Pemilu Israel berlangsung pada Selasa (27/10/2026), dengan penghitungan suara berlanjut setelah tempat pemungutan suara ditutup. Hasil exit poll yang diumumkan pada Selasa malam dan diperbarui hingga Rabu (28/10/2026) pagi masih merupakan proyeksi. Menurut Reuters, hasil akhir penghitungan dapat membutuhkan waktu beberapa hari. Setelah perolehan kursi diketahui, partai-partai masih harus melakukan perundingan untuk membentuk koalisi pemerintahan.

Jika tidak ada kubu yang mampu mengumpulkan dukungan mayoritas, Israel dapat kembali menghadapi kebuntuan politik. Dalam situasi tersebut, Netanyahu dapat tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara sampai terbentuk pemerintahan baru. Dengan demikian, meskipun hasil hitung cepat memperlihatkan kemunduran koalisi Netanyahu, siapa yang akan menjadi PM Israel berikutnya masih belum dapat dipastikan.

Kategori :