Pemilu Israel, ini Hasil Hitung Cepat

Rabu 28-10-2026,09:11 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

Plesner mengatakan, apabila hasil akhir sesuai dengan proyeksi, Eisenkot dapat berupaya membentuk pemerintahan minoritas untuk menggantikan Netanyahu.

Namun, pemerintahan seperti itu berpotensi hanya bertahan sampai pemilu berikutnya. Di sisi lain, kebuntuan politik juga dapat menguntungkan Netanyahu.

Ia masih berpeluang menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara selama partai-partai melakukan perundingan untuk membentuk koalisi baru.

Dengan demikian, hasil hitung cepat yang menempatkan kubunya di posisi kedua belum otomatis mengakhiri masa pemerintahannya.

BACA JUGA:Diserang Iran, Israel Setop Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

BACA JUGA:IRGC Balas Serang Kapal AS-Israel dengan Rudal Jelajah

Partai Netanyahu alami kemunduran, oposisi sambut hasil hitung cepat

Hasil hitung cepat tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah pemimpin oposisi.

Pemimpin oposisi Yair Lapid menyatakan bahwa hasil pemilu menunjukkan masyarakat menginginkan perubahan pemerintahan.

"Jangan biarkan siapa pun membingungkan kalian. Blok Netanyahu telah mengalami kekalahan telak. Ini adalah keruntuhan total dan masyarakat telah meminta mereka pulang," kata Lapid dalam pernyataannya.

Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat Yair Golan menyampaikan bahwa hasil pemungutan suara memberikan tanggung jawab besar kepada kelompok oposisi.

"Saudara-saudara dari Partai Demokrat, keputusan telah dibuat," kata Golan dalam rapat umum partainya setelah pemungutan suara berakhir.

BACA JUGA:Trump Jamin Pertempuran Israel dengan Hizbullah Setop, Perundingan dengan Iran Berlanjut

BACA JUGA:3 Negara Kecam Operasi Darat Israel ke Lebanon, Serukan Dunia Internasional Tekan Zionis

"Bangsa ini telah memberi kita tugas yang sakral, yaitu menerjemahkan kepercayaan yang diberikan kepada kita menjadi tindakan, memperkuat demokrasi, menyelamatkan Israel, dan memberikan perlindungan nyata bagi negara," lanjutnya.

Meski demikian, pernyataan para pemimpin oposisi tersebut belum berarti pembentukan pemerintahan baru telah dipastikan. Mereka masih harus menunggu hasil akhir pemilu dan menentukan kemungkinan kerja sama dengan partai-partai lain.

Kategori :