Pemilu Israel, ini Hasil Hitung Cepat

Rabu 28-10-2026,09:11 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

Siapa Gadi Eisenkot, penantang utama Netanyahu?

BACA JUGA: Detik-Detik 9 Relawan Indonesia Dibebaskan dari Israel, Disambut Haru Setiba di Tanah Air

BACA JUGA:Kapal Misi Kemanusiaan Global Sumud Dicegat Israel, Kemlu RI Diminta Lakukan Diplomasi Darurat

Gadi Eisenkot, 66 tahun, merupakan mantan panglima militer Israel yang kini memimpin Partai Yashar. Ia menjadi penantang terkuat Netanyahu dalam pemilu kali ini dengan menonjolkan pengalaman militernya serta menawarkan pendekatan politik dalam negeri yang lebih moderat.

Eisenkot baru memasuki dunia politik sekitar empat tahun lalu.

Setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ia bergabung dengan kabinet perang Netanyahu. Namun, delapan bulan kemudian, Eisenkot mengundurkan diri karena mengkritik kepemimpinan perdana menteri tersebut. Perang di Gaza juga memiliki dampak pribadi bagi Eisenkot.

Putranya dan dua keponakannya tewas dalam konflik tersebut. Dalam kampanye pemilu, Eisenkot menekankan pengalaman keamanan dan kebutuhan perubahan kepemimpinan Israel.

Meski demikian, ia tetap memiliki pandangan keras terhadap sejumlah persoalan keamanan, terutama terkait Hamas dan Palestina.

BACA JUGA:Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon, Komandan Jihad dan Putrinya Tewas

BACA JUGA:Israel Kewalahan Tangkal Serangan Drone Hizbullah

Pemilu Israel dan Palestina, apakah kebijakan akan berubah?

Pemilu Israel kali ini merupakan pemungutan suara nasional pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, sekitar 1.200 orang tewas di Israel dan 251 orang dibawa ke Gaza sebagai sandera.

Peristiwa itu kemudian memicu perang berkepanjangan di Gaza serta konflik dengan Hezbollah di Lebanon dan Iran.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 74.000 warga Palestina telah tewas akibat perang tersebut.

Kebijakan keamanan menjadi salah satu persoalan utama yang membedakan Netanyahu dan oposisi dalam kampanye.

Namun, meskipun menawarkan perubahan kepemimpinan, Eisenkot tidak mendukung pembentukan negara Palestina.

Kategori :