Balas Serangan AS, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timteng

Rabu 02-09-2026,15:59 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

TEHERAN, SUMEKS.CO - Iran mulai merespons serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan beberapa warganya. Korps Garda Revolusi Islam Iran alias IRGC melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah kepentingan AS di Timur Tengah (Timteng) pada Rabu (2/9).

Eskalasi terbaru memperluas kembali konflik yang telah berlangsung lebih dari enam bulan dan melibatkan sejumlah negara sekutu Washington di kawasan.

Media Iran melaporkan bahwa Teheran meluncurkan rudal balistik ke dua pangkalan AS di Yordania. Militer Yordania mengatakan telah mencegat 10 rudal yang ditembakkan dari Iran, sementara tiga rudal lainnya jatuh di wilayah terpencil yang tidak berpenduduk. Tidak ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan dari serangan tersebut.

BACA JUGA:Kecewa dengan Iran, Peru Putuskan Hubungan Diplomatik

BACA JUGA:Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2 Persen, Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Bayangi Pasokan Minyak Global

Serangan Iran juga dilaporkan terjadi di Kuwait dan Bahrain. Militer Iran mengatakan drone mereka menargetkan pasukan AS di sebuah pangkalan udara di Bahrain. Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat serangan drone, sementara Bahrain mengatakan seluruh serangan berhasil dicegat.

Eskalasi terjadi setelah AS menyerang sejumlah target di Iran pada Selasa (1/9), menyusul serangan sebelumnya pada Ahad (30/8/2026). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan terbaru menyasar sistem pertahanan udara, radar, peluncur roket, dan aset maritim Iran.

Washington mengatakan serangan pada Ahad diarahkan terhadap peluncur roket di Pulau Larak untuk mencegah Iran memasang ranjau laut di jalur pelayaran Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa serangan balasan akan dibalas lebih keras. "Mereka akan diserang lagi pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi," tulis Trump di media sosial.

BACA JUGA:Militer AS Serang Pulau Larak, Prajurit-Warga Sipil Iran Tewas

BACA JUGA:Sanksi Ekonomi AS Mulai Terasa, Warga Iran Harus Antre Isi BBM

Iran menyebut serangan AS menewaskan warga sipil. Media pemerintah Iran melaporkan sebuah rumah di Kuhestak yang menjadi lokasi pesta pernikahan terkena serangan. Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi mengatakan lima orang, termasuk seorang anak, tewas dan sedikitnya 68 lainnya terluka.

CENTCOM mengatakan mengetahui laporan tersebut, tetapi menyebutnya berasal dari media pemerintah Iran. Juru bicara CENTCOM Tim Hawkins mengatakan, "Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC."

Juru bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebi memperingatkan Washington bahwa "hukuman berat menanti para agresor". Sementara itu, Ebrahim Zolfaghari memperingatkan negara-negara yang membantu AS akan menghadapi "respons yang lebih keras, lebih luas dan lebih menghancurkan".

BACA JUGA:Panas, UEA Putuskan Hubungan Dagang-Transaksi Keuangan dengan Iran

Kategori :