BACA JUGA:Kapal Induk USS George Washington Gantikan Tugas Abraham Lincoln di Perairan Timur Tengah
Trump tolak paksa Iran kembali ke meja perundingan
Trump pada Selasa malam (1/9/2026) mengatakan tidak bermaksud memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
"Saya tidak peduli jika mereka menandatangani kesepakatan yang tidak berarti bagi mereka. Saya jauh lebih menyukai posisi kita sekarang, dengan hampir kendali penuh atas Selat Hormuz dan ekonomi mereka yang benar-benar runtuh," tulis Trump.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan terus memberikan tekanan ekonomi. "Kami akan terus memberikan tekanan," katanya dalam pertemuan G20 di North Carolina.
Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan Teheran masih terbuka pada diplomasi. Pada Selasa, ia mengatakan Iran siap kembali ke kesepakatan gencatan senjata sementara jika AS juga memenuhi komitmennya.
BACA JUGA:Trump Ajukan Kompensasi Sebagai Syarat Perundingan dengan Iran
BACA JUGA:Tepis Rumors, Iran Rilis Video Motjaba Khamenei Berikan Arahan Kepada Jajarannya
"Jika AS kembali pada komitmennya dalam nota kesepahaman, Republik Islam Iran akan segera melakukan hal yang sama," kata Pezeshkian.
Sehari sebelumnya, Pezeshkian mengatakan melanjutkan perang bukan kepentingan Iran maupun kawasan. "Solusi atas masalah yang ada adalah dialog dan kerja sama," katanya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyerukan AS kembali memenuhi komitmennya. "Solusinya sepenuhnya jelas dan sederhana: Amerika Serikat harus kembali pada komitmennya," katanya.
Selat Hormuz tetap jadi titik konflik
Pertukaran serangan berlangsung ketika kedua negara masih berselisih mengenai kendali atas Selat Hormuz. Iran mempertahankan penutupan efektif jalur pelayaran tersebut, sementara AS menjalankan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
BACA JUGA:Mantan Komandan IRGC Diangkat Jadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran
BACA JUGA:Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi Temui Motjaba Khamenei, Namun Pertemuannya Produktif
Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut. Konflik terbaru telah mendorong harga minyak dan meningkatkan tekanan terhadap pasar global.
Harga minyak mentah telah naik sekitar 7 persen sepanjang pekan ini setelah bentrokan kembali terjadi, sementara harga minyak mentah secara keseluruhan telah meningkat lebih dari 50 persen sepanjang tahun. Di AS, harga rata-rata bensin reguler mencapai 4,10 dolar per galon, dibandingkan 3,19 dolar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Washington mengatakan memiliki kendali atas Selat Hormuz dan pekan lalu menyatakan telah menyelesaikan pembersihan bahan peledak di jalur tersebut. Iran tetap menyatakan dirinya mengendalikan jalur pelayaran itu.