Groundbreaking Flyover KM 111, Aksi Nyata Titan Group Dalam Penataan Angkutan Batu Bara di Sumsel

Jumat 16-01-2026,22:25 WIB
Editor : Julheri

"Sebab saat itu belum banyak solusi, baru ada kereta api dan jalan Servo Lintas Raya ini, maka angkutan batu bara yang menuju ke Palembang dapat kita hentikan," jelasnya.

BACA JUGA:Menata Angkutan Batubara, Menjaga Energi dan Kehidupan Sosial Ekonomi 

BACA JUGA:Ekosistem TIBIA Tampung Ide Pegawai PTBA Hadapi Dinamisnya Bisnis Batubara 

Meskipun, menurut Deru, saat itu belum terlalu matang karena masih banyak perbaikan yang harus dilakukan.

"Tapi berkat komitmen yang kuat, semua dapat manfaat, baik itu perusahaan, penyedia jasa angkutan, dan crowded lalu lintas dapat terurai," bebernya.

Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya itu berharap dengan adanya pembangunan flyover ini dapat menata pengangkutan batu bara di Sumsel.

"Kita berharap ini menjadi trend center bagi perusahaan lain, bahwa ada simbiosis mutualisme antara investasi yang ramah, masyarakat serta daerah," harapnya.

Deru menegaskan bahwa, tak ada tawar menawar pengangkutan batu bara harus melewati jalan khusus. Tapi tentu kalau yang niat dan aksi baik kita bisa mentoleransi limitatif, nanti setelah action kita akan pertimbangkan," tuturnya.

BACA JUGA:Menata Angkutan Batubara, Menjaga Energi dan Kehidupan Sosial Ekonomi 

BACA JUGA:Ekosistem TIBIA Tampung Ide Pegawai PTBA Hadapi Dinamisnya Bisnis Batubara 

Deru pun mengingatkan kepada pemegang IUP dan PKP2B yang memang bisa terkoneksi jalan haulingnya, baik BUMN maupun swasta, agar bisa mengintegrasikannya.

"Jadi interhauling itu tidak ada satu perusahaan yang bersikukuh, kalau ada kepentingan korporasi dapat dibicarakan, jangan ada ego sektoral karena ini untuk kepentingan umum," pungkasnya. (ozi)

 

Kategori :