EV vs ICE di Indonesia: Begini Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bensin yang Wajib Anda Ketahui

Senin 05-01-2026,10:08 WIB
Reporter : Reigan Riangga
Editor : Mahmud

SPBU tersedia hampir di semua daerah, dari kota hingga pelosok. Bagi masyarakat yang sering bepergian jauh atau tinggal di wilayah dengan infrastruktur terbatas, mobil ICE masih terasa lebih praktis.

Selain itu, jaringan bengkel dan mekanik mobil konvensional sudah sangat luas. Suku cadang mudah ditemukan, dan biaya perbaikan relatif bisa diprediksi karena teknologinya sudah dikenal puluhan tahun.

Namun, konsumsi BBM yang terus naik dan perawatan rutin yang cukup banyak oli, filter, hingga komponen mesinmenjadi beban jangka panjang bagi pemilik mobil ICE.

Perawatan dan Umur Pakai: EV Lebih Sederhana. Untuk pemakaian harian di dalam kota, mobil listrik punya keunggulan besar.

Motor listrik minim komponen bergerak, sehingga perawatan lebih sederhana. Tidak ada ganti oli mesin, tidak ada timing belt, dan kampas rem bisa lebih awet karena jarang dipakai secara konvensional.

Kekhawatiran soal umur baterai masih sering muncul di masyarakat Indonesia. Namun, produsen kini umumnya memberikan garansi baterai hingga 8 tahun, dan biaya penggantian baterai perlahan mulai turun seiring berkembangnya teknologi.

Soal Jalanan Indonesia, Bagaimana? Baik EV maupun ICE sama-sama sudah disesuaikan dengan kondisi jalan Indonesia. Suspensi, ban, dan sistem kemudi tidak jauh berbeda.

Bahkan, mobil listrik berbasis platform khusus EV justru cenderung lebih stabil karena posisi baterai yang rendah, membuat pusat gravitasi lebih dekat ke tanah.

Desain velg aerodinamis yang awalnya identik dengan EV kini juga digunakan mobil bensin untuk meningkatkan efisiensi, menunjukkan bahwa batas antara keduanya semakin tipis.

 EV atau ICE, Tergantung Kebutuhan. Untuk masyarakat perkotaan dengan mobilitas harian jarak pendek hingga menengah, mobil listrik semakin masuk akalhemat biaya, senyap, dan ramah lingkungan.

Namun bagi pengguna di daerah atau yang sering bepergian jauh, mobil bensin dan diesel masih menjadi pilihan realistis karena infrastruktur yang lebih siap.

Di Indonesia, EV bukan pengganti instan ICE, melainkan pelengkap yang akan tumbuh bertahap. Seiring infrastruktur membaik dan harga semakin terjangkau, mobil listrik berpeluang menjadi pilihan utama di masa depan.

Satu hal yang pasti, era otomotif Indonesia sedang berubah, dan konsumen kini punya lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan gaya hidupnya.

Apa yang Benar-Benar Baru di Mobil Listrik? Perbedaan paling mendasar ada pada sumber energinya. Jika mobil bensin mengandalkan tangki bahan bakar, mobil listrik menyimpan energi di baterai bertegangan tinggi. Baterai inilah “jantung” EV yang menyuplai daya ke motor listrik.

BACA JUGA:Bukan Mobil Listrik Saja, Sekarang Kompor Listrik Mulai Dilirik

BACA JUGA:Jangan Takut! Baterai Mobil Listrik Ternyata Awet dan Tidak Cepat Soak, Tidak Seperti Smartphone?

Kategori :