Banner Pemprov
Pemkot Baru

EV vs ICE di Indonesia: Begini Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bensin yang Wajib Anda Ketahui

EV vs ICE di Indonesia: Begini Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bensin yang Wajib Anda Ketahui

Mobil listrik vs mobil bensin di Indonesia. Ini perbedaan biaya, perawatan, dan infrastruktur yang wajib diketahui sebelum membeli.--

EV vs ICE di Indonesia: Mana yang Lebih Cocok untuk Kondisi Jalan dan Kantong Masyarakat?

SUMEKS.CO- Perbincangan soal mobil listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia kini bukan lagi wacana masa depan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Palembang, mobil listrik mulai berseliweran berdampingan dengan mobil bensin dan diesel (Internal Combustion Engine/ICE) yang masih mendominasi.

Ini berarti erkembangan mobil listrik (Electric Vehicle/EV) kini makin terasa. Dari kota besar hingga daerah, kendaraan senyap tanpa suara mesin mulai bersanding dengan mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) yang selama puluhan tahun mendominasi.

Namun, di tengah harga BBM yang fluktuatif, infrastruktur pengisian daya yang terus tumbuh, dan insentif pemerintah, muncul satu pertanyaan besar: mana yang sebenarnya lebih cocok untuk pasar otomotif Indonesia? Lalu, apa sebenarnya perbedaan dan persamaan keduanya?

 EV: Irit Energi, Tapi Masih Butuh Adaptasi. Mobil listrik menawarkan efisiensi yang sulit ditandingi mobil bensin. Tanpa bensin dan solar, biaya “isi energi” EV umumnya lebih murah, apalagi jika pengisian dilakukan di rumah pada malam hari.

BACA JUGA:Ingin Beralih ke Mobil Listrik? Ini Panduan Terlengkap Membeli Mobil Listrik untuk Pertama Kali

BACA JUGA:Mobil Listrik Bisa Bikin Tagihan Listrik Jebol? Fakta Mengejutkan yang Jarang Dibahas!


Perbedaan paling mendasar ada pada sumber energinya. Jika mobil bensin mengandalkan tangki bahan bakar, mobil listrik menyimpan energi di baterai bertegangan tinggi. Baterai inilah “jantung” EV yang menyuplai daya ke motor listrik.--

Perbedaan paling mendasar ada pada sumber energinya. Jika mobil bensin mengandalkan tangki bahan bakar, mobil listrik menyimpan energi di baterai bertegangan tinggi. Baterai inilah “jantung” EV yang menyuplai daya ke motor listrik.--

Selain itu, teknologi regenerative braking membuat mobil listrik cocok untuk kondisi lalu lintas Indonesia yang padat dan sering stop-and-go. Setiap kali mengerem, energi tidak terbuang sia-sia, tetapi kembali mengisi baterai.

Namun, tantangan EV di Indonesia masih terasa. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum merata, terutama di luar Pulau Jawa.

BACA JUGA:Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2025, 13 Pemenang SIMPATI HOKI Bawa Pulang Mobil Listrik BYD Dolphin

BACA JUGA:BYD Datang Belakangan, Tapi Langsung Jadi Raja Mobil Listrik di Indonesia Selama 2025

Untuk perjalanan antarkota atau lintas provinsi, perencanaan rute masih menjadi keharusan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: