Banner Pemprov

Bahaya Shockbreaker Bocor yang Sering Diabaikan Pengguna Motor Harian

Bahaya Shockbreaker Bocor yang Sering Diabaikan Pengguna Motor Harian

Bahaya Shockbreaker Bocor yang Sering Diabaikan Pengguna Motor Harian--

SUMEKS.CO - Shockbreaker bocor merupakan salah satu masalah pada sepeda motor yang sering dianggap sepele oleh banyak pengguna harian.

Selama motor masih bisa digunakan untuk bekerja, berangkat ke sekolah, atau menjalankan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut kerap tidak mendapatkan perhatian serius. 

Padahal, kebocoran pada shockbreaker bukan hanya berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat menurunkan tingkat keselamatan secara signifikan.

Dalam banyak kasus, kerusakan yang awalnya hanya berupa rembesan oli kecil dapat berkembang menjadi gangguan pengendalian yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

BACA JUGA:Wabup PALI Resmi Jadi Tersangka Pemerasan Proyek Rp10 Miliar, Langsung Dijebloskan ke Rutan Pakjo

BACA JUGA:Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Motor Matic Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai

Shockbreaker memiliki fungsi utama sebagai peredam guncangan yang diterima roda saat motor melintasi berbagai kondisi jalan.

Komponen ini membantu menjaga kestabilan kendaraan, meningkatkan kenyamanan, serta memastikan roda tetap memiliki daya cengkeram yang baik terhadap permukaan jalan. 

Menurut berbagai panduan teknis produsen sepeda motor, sistem suspensi yang bekerja optimal merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keselamatan berkendara.

BACA JUGA:Cara Membersihkan Mesin Motor Sendiri di Rumah Tanpa Bikin Karat, Mesin Tetap Kinclong dan Awet Bertahun-Tahun

BACA JUGA:Kenapa Mesin Motor Bekas Cepat Overheat? Ini Penyebab Utamanya

Kebocoran shockbreaker umumnya terjadi ketika seal atau karet penahan oli mulai mengalami keausan. Seiring bertambahnya usia kendaraan dan intensitas penggunaan, komponen tersebut dapat mengeras, retak, atau kehilangan elastisitas. Akibatnya oli di dalam tabung shock perlahan keluar dan kemampuan suspensi dalam meredam guncangan mulai menurun.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya rembesan oli pada batang shock atau tabung suspensi. Debu jalan yang menempel pada area tersebut biasanya bercampur dengan oli sehingga membentuk lapisan kotor berwarna gelap. 

Banyak pengendara yang menganggap kondisi ini tidak berbahaya karena motor masih dapat digunakan seperti biasa. Padahal, rembesan tersebut merupakan indikasi awal bahwa sistem peredaman mulai kehilangan efektivitasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: