Banner Pemprov

Chairul S Matdiah Luruskan Polemik Helikopter Gubernur Sumsel

Chairul S Matdiah Luruskan Polemik Helikopter Gubernur Sumsel

Chairul S Matdiah.--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Anggota DPRD Sumsel Chairul S Matdiah angkat bicara terhadap penggunaan helikopter oleh Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru.

Dia menyatakan bahwa tuduhan pemborosan anggaran yang dialamatkan ke Gubernur Sumsel, salah sasaran.

"Anggaran penggunaan helikopter gubernur itu adalah warisan Pj Gubernur Elen Setiadi," kata Chairul S Matdiah.

Dia menegaskan bahwa Gubernur Herman Deru hanya meneruskan anggaran yang dibuat oleh Pj Gubernur Elen Setiadi.

BACA JUGA:Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel Hadiri Halal Bihalal Perantau Sumbagsel

BACA JUGA:Sharing Informasi Terkait Rincian Objek Pajak Daerah, Pansus III DPRD Sumsel Lakukan Kunker ke Pemkab OKI

"Helikopter 2025 bukan usulan Herman Deru. Itu produk kebijakan Pj Gubernur sebelumnya," ujarnya. 

"Perlu kami luruskan, anggaran helikopter tahun 2025 itu adalah produk usulan Pj Gubernur Sumsel sebelumnya. Pak Herman Deru hanya menjalankan ketetapan yang sudah ada dalam struktur anggaran yang diwariskan," tukasnya.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa anggaran disusun masa transisi. Elen Setiadi menjabat Pj Gubernur 24 Juni 2024- 20 Februari 2025. Yang bersangkutan dilantik Mendagri Tito Karnavian menggantikan Agus Fatoni yang pindah ke Sumut. Sedanglan Herman Deru dilantik 20 Februari 2025. Rencana operasional helikopter masuk sistem birokrasi jauh sebelum Herman Deru dilantik.

BACA JUGA:Buruh Palembang Padati Titik Kumpul di Plaza BKB, Selanjutnya Long March ke Kantor Gubernur dan DPRD Sumsel

BACA JUGA:DPRD Sumsel Kunker ke Kepri, ini yang Dipelajari

"Pak Herman Deru sudah menyatakan tidak ada lagi uang rakyat untuk helikopter. Jika harus terbang ke daerah terpencil karena urusan mendesak, beliau menggunakan dana operasional pribadi. Ini bukti beliau tidak ingin membebani kas daerah," tegasnya.

Chairul menambahkan bajwa alasan rasional. luas Sumsel 91.592 km², lebih luas dari gabungan Jabar + Jateng + Banten + DKI Jakarta. Bentang alam: perairan, rawa, hutan. Banyak titik tidak bisa cepat lewat darat.

"Kalau di Pulau Jawa jarak terjauh hanya Pangandaran, Pelabuhan Ratu dan Cirebon. Sementara Sumsel, jarak pusat kota rata-rata ratusan kilometer, 4-8 jam waktu tempuh. Contoh acara HUT Kota Lubuklinggau dan Prabumulih, mana mungkin ditempuh jalan darat dalam waktu dua jam. Jadi, logika yang diperlukan, bukan negative thinking," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait