Kambang Iwak Harmoni 2026: Suguhkan Budaya Lintas Etnis di Palembang
Kambang Iwak Harmoni: Festival Budaya Lintas Etnis Palembang, Merawat Keberagaman Di Ruang Publik--
PALEMBANG, SUMEKS.CO – Seniman tari asal Palembang, Damri Aprizal, sukses menyuguhkan lintas budaya yang dikemas dalam performa tarian.
"Palembang adalah kota yang tumbuh dari keberagaman etnis yang hidup berdampingan. Nah, Kambang Iwak Harmoni berupaya menghadirkan ruang yang mempertemukan masyarakat untuk saling mengenal, saling menghargai kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu," ujar Damri Aprizal, beberapa waktu lalu.
Semua itu dikemas dalam gelaran Kambang Iwak Harmoni: Festival Budaya Lintas Etnis Palembang.
Festival lintas etnis Palembang mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, program Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
BACA JUGA:Pelebaran Jalan Parameswara Masuk Tahap DED, Pemkot Palembang Target Mulai 2027
BACA JUGA:Sekda Aprizal Hasyim Tinjau Pengecatan Trotoar Sudirman, Sambut HUT Kota Palembang 2026
Damri menjelaskan, festival ini memilih kawasan Kambang Iwak sebagai lokasi penyelenggaraan.
Sebagai salah satu ruang publik paling ikonik di jantung Kota Palembang, Kambang Iwak merupakan titik temu masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, budaya, usia, dan profesi.
Kambang Iwak Harmoni lahir dari gagasan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tapi.
Tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran budaya, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan ruang dialog antarwarga.
BACA JUGA:Berikut Nama Pemenang Festival Kesenian Islam Palembang 2025
BACA JUGA:Agenda Agustusan: Gelar Festival Kesenian Islam 2025 Promosikan Seni dan Budaya Palembang
Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan budaya dari berbagai komunitas etnis yang menjadi bagian penting dari sejarah Kota Palembang.
Dari etnis Tionghoa hadir Tian Eng Indonesia dengan atraksi Barongsai dan pertunjukan budaya Tionghoa. Dari komunitas Arab Palembang, Kampung Al Munawar Group Al Mubarak menampilkan seni Gambus sebagai representasi budaya Arab yang telah berakulturasi dengan budaya lokal selama ratusan tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




