Banner Pemprov

Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Sampel DNA Korban Dikirim ke Jakarta

Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Sampel DNA Korban Dikirim ke Jakarta

Tragedi Bus ALS dan mobil tangki di Musi Rawas Utara menewaskan 16 orang. Polisi melakukan investigasi ilmiah dan rekonstruksi digital untuk mengungkap penyebab kecelakaan.--

Polda Sumsel Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara, 16 Kantong Jenazah Diterima RS Bhayangkara

PALEMBANG, SUMEKS.CO-  Polda Sumatera Selatan bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan penanganan pascakecelakaan maut antara Bus ALS dan mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Hingga Kamis (7 Mei 2026 5), sebanyak 16 kantong jenazah korban telah diterima di RS Bhayangkara TK II Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi.

Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah karena sebagian besar korban mengalami luka bakar berat akibat benturan dan kebakaran hebat di lokasi kejadian. Tim DVI Polri memanfaatkan pemeriksaan DNA, sidik jari, serta pencocokan data gigi dan data ante mortem dari keluarga korban.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kecelakaan terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Bus ALS diduga menghindari lubang jalan sehingga bergerak ke jalur kanan dan bertabrakan dengan mobil tangki dari arah berlawanan. Benturan tersebut memicu kebakaran besar hingga kedua kendaraan hangus terbakar,” ujar Nandang dalam konferensi pers di Posko DVI RS Bhayangkara Palembang.

BACA JUGA:Innalillahi, Tragis Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki di Jalinsum Muratara Tewaskan 16 Orang

BACA JUGA:Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang

Karumkit Bhayangkara TK II Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol dr. Budi Susanto menjelaskan hingga kini pihaknya telah menerima laporan keluarga untuk 11 korban. Sementara lima korban lainnya masih menunggu data pembanding dari keluarga guna mempercepat proses identifikasi.

Menurutnya, sampel DNA dari korban dan keluarga akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta menggunakan jalur protokol khusus agar proses identifikasi berjalan lebih cepat dan akurat.

Selain menangani korban meninggal dunia, polisi juga memantau kondisi korban selamat yang mengalami luka bakar serius. Tiga korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit dan direncanakan dirujuk ke Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Ketiga korban luka berat tersebut yakni Jumiatun (35) dan Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah, serta Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal.

Sementara seorang korban luka ringan, M. Fadli bin Ibrahim (30), yang merupakan kenek bus asal Riau, masih dimintai keterangan oleh penyidik.

Dalam penyelidikan kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel bersama Tim Laboratorium Forensik Polri melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA).

Teknologi tersebut digunakan untuk merekonstruksi kecelakaan secara digital dan tiga dimensi guna mengetahui pola benturan, posisi kendaraan, hingga perkiraan kecepatan sebelum insiden terjadi.

Polisi juga melakukan pemindaian lokasi menggunakan drone dan pengukuran digital untuk mendukung investigasi berbasis ilmiah.

BACA JUGA:Herman Deru dan Bobby Nasution Pastikan Pemulangan 16 Jenazah Korban Bus ALS Ditanggung Pemda

BACA JUGA:Ini Cerita Penumpang Bus ALS Selamat dari Kecelakaan Maut

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyidik menemukan sejumlah barang di dalam bus, di antaranya tabung gas, mesin motor, dan dua unit sepeda motor yang diduga ikut diangkut bersama penumpang. Temuan tersebut masih dianalisis untuk mengetahui kaitannya dengan tingkat risiko kebakaran saat kecelakaan berlangsung.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam perjalanan Bus ALS tersebut agar segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi hotline 0821-7803-8910 untuk keperluan pencocokan data ante mortem.

Polisi menegaskan penanganan kecelakaan dilakukan secara profesional dan transparan guna memberikan kepastian identitas korban serta mengungkap penyebab pasti tragedi tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait