Banner Pemprov

Pengamanan Jumat Agung dan Paskah, Polda Sumsel Kerahkan Personel di 475 Gereja

Pengamanan Jumat Agung dan Paskah, Polda Sumsel Kerahkan Personel di 475 Gereja

Polda Sumsel Pastikan Ibadah Paskah 2026 Berjalan Aman dan Kondusif--

Polda Sumsel Siagakan Pengamanan di 475 Gereja Selama Jumat Agung dan Paskah 2026

PALEMBANG, SUMEKS.co-  Polda Sumsel menyiapkan pengamanan untuk memastikan rangkaian ibadah Jumat Agung dan Hari Paskah 2026 berjalan aman dan lancar di seluruh wilayah provinsi.

Pengamanan dilaksanakan secara serentak mulai 2 hingga 5 April 2026 dengan melibatkan berbagai satuan, di antaranya fungsi intelijen, Samapta, Reserse Kriminal, Lalu Lintas, hingga Satuan Brimob.

Ya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah hari Jumat Agung dan Paskah tahun ini.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan  kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif. Sumatera Selatan harus tetap menjadi wilayah yang aman dan bebas konflik,” ujar mantan Kadiv Humas Polri ini

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 475 gereja di berbagai kabupaten dan kota menjadi fokus pengamanan.

BACA JUGA:Ops Lilin Musi 2025, Satgas Tindak Sterilisasi Gereja HKBP Palembang

BACA JUGA:Personel TNI dan Polri Lakukan Pengamanan Kegiatan Umat Kristiani di Sejumlah Gereja di Kabupaten OKI

Di Kota Palembang, sejumlah gereja besar seperti Gereja Katolik Santo Yoseph dan Gereja HKBP Mayor Ruslan termasuk dalam prioritas pengamanan karena jumlah jemaat yang cukup besar.

Pola pengamanan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pengamanan terbuka oleh personel berseragam serta pengamanan tertutup oleh petugas intelijen.

Selain itu, personel Brimob diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di area gereja sebelum ibadah dimulai guna memastikan lokasi aman dari potensi ancaman.

Sementara Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan situasi secara menyeluruh, termasuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kami berkoordinasi dengan panitia gereja dan memantau kondisi di lapangan agar setiap kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman,” jelas Tony.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait