Midang Tradisi Lebaran Kayuagung yang Bikin Rindu Pulang
Midang morge siwe tradisi yang rutin dilaksanakan setiap Lebaran Idulfitri. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
Midang Tradisi Lebaran Kayuagung yang Bikin Rindu Pulang
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, Lebaran Idulfitri tak hanya tentang ketupat dan opor ayam, atau sekadar berkumpul di ruang tamu.
Ada satu momen yang selalu dinanti ketika rindu kampung halaman terobati lewat arak-arakan panjang yang disebut Midang.
Midang merupakan tradisi arak-arakan khas masyarakat Kayuagung yang dilakukan dengan berjalan kaki sambil mengenakan busana adat dan diiringi musik tradisional.
Bagi pendatang, Midang mungkin terlihat seperti karnaval. Namun bagi masyarakat setempat, tradisi ini adalah cara untuk saling menyapa, mempererat hubungan, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah hidup turun-temurun.
BACA JUGA:Ratusan Warga Binaan Lapas Kayuagung Terima Remisi Lebaran Idulfitri, 5 Orang Langsung Bebas
BACA JUGA:H-1 Lebaran Idulfitri Arus Mudik Melintas di Kabupaten OKI Terpantau Sepi
Setiap tahun, tepat pada hari ketiga dan keempat Idulfitri, Midang kembali digelar.
Dimana sebelas kelurahan ikut ambil bagian, menjadikan jalanan kota seperti panggung terbuka ramai, berwarna, dan dipenuhi langkah yang seirama.
Di sepanjang arak-arakan, para muda-mudi tampil dalam balutan busana adat kebesaran Kayuagung: Maju Setakatan, Maju Inti, Bengian Inti, hingga Manjau Kahwin.
Kain songket yang berkilau, selendang yang menjuntai, hingga hiasan kepala yang sarat makna menjadi simbol kuat identitas budaya masyarakat Kayuagung.
BACA JUGA:Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Redam Lonjakan Harga Daging Jelang Lebaran Idulfitri
BACA JUGA:Sambut Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah Pemkab OKI Gelar Takbir Keliling
Arak-arakan dimulai dari pembawa tanda kelurahan dan bendera merah putih, disusul anak-anak, lalu para bujang dan gadis, hingga iringan musik tanjidor yang menghidupkan suasana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




