Banner Pemprov

Cerita Anak Dusun Asal Ogan Ilir Kini Jabat Kepala BDK Palembang, Pernah Jual Burgo Keliling & Jadi Marbot

Cerita Anak Dusun Asal Ogan Ilir Kini Jabat Kepala BDK Palembang, Pernah Jual Burgo Keliling & Jadi Marbot

Kepala BDK Palembang, H Mukmin Mukri, putra asli Desa Tanjung Pinang 1 Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. --

OGAN ILIR, SUMEKS.CO - Balai Diklat Keagamaan Palembang kini memiliki tampuk kepemimpinan yang baru. Ialah H Mukmin Mukri, SHI., M.Sy, yang dipercaya memegang tampuk tersebut.

Ditunjuk sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang yang membawahi Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung, bukanlah hal mudah baginya.

Pasalnya, suami dari Rismanita Liana, S.Fil.I. ini, harus merasakan pahit getirnya kehidupan di masa lalu, sebelum akhirnya diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama.

Dibincangi SUMEKS.CO, pada Senin, 5 Januari 2026, Mukmin menceritakan bagaimana dirinya menjalani kehidupan ketika masih usia kanak-kanak di Desa Tanjung Pinang Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir

BACA JUGA:Peringati HAB ke-80, ASN Kemenag Sumsel Diminta Kuasai Teknologi dan Responsif

BACA JUGA:Jangan Gagal Faham dan Jadi Polemik, Ini Penjelasan Rencana Natal Bersama Kemenag

Saat masih duduk dibangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Tanjung Pinang, putra keenam pasangan Mukri Muhammad dan Aminah H Malik itu, sering berjualan burgo keliling dusun.

Hal itu dilakukan ayah dari Muhammad Mafha Musani, Shafana Nadhira Musani, dan Shaqueena Nadhifa Musani tersebut, sebelum pergi ke sekolah di pagi hari.

"Sebelum sekolah, saya keliling dusun dulu untuk jualan burgo bikinan ibu saya sendiri," ujar pria yang pernah menjadi Petugas Haji Tahun 2023 sebagai Ketua Kloter itu.

Selain berjualan burgo, Mukmin juga berjualan kemplang dengan cara berkeliling dusun. Hal itu dilakukan Mukmin, sejak kelas 4 SD hingga 2 Madrasah Aliyah (MA) di desanya. 

BACA JUGA:Peduli Korban Bencana Sumatera, Kemenag Sumsel Berhasil Himpun Donasi Rp 1,7 Miliar

BACA JUGA:Rejung Pesirah Hidupkan Tradisi Tadit di Ajang Ngaji Budaya Kemenag

"Kondisi ekonomi keluarga saat itu memang sedang susah, jadi kami enam bersaudara semuanya bahu membahu membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tuturnya. 

Adapun riwayat pendidikan Mukmin di tanah kelahirannya, yakni, SDN  02 Tanjung Pinang, Madrasah Diniyah MJI Tanjung Pinang, MTs Yapanus Tanjung Pinang, dan MA Yapanus Tanjung Pinang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait