OKU Timur Raih Penghargaan Bebas Frambusia dari Kemenkes RI

OKU Timur Raih Penghargaan Bebas Frambusia dari Kemenkes RI

Bupati OKU Timur, Ir H Lanosin MT, menerima penghargaan Sertifikat Bebas Frambusia pada puncak peringatan World NTD Day di Puri Agung Convention, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu 6 Maret 2024.--

BACA JUGA:Berikut Cara Pengajuan KUR BRI Serta Tabel Tenor Peminjaman: Syarat Mudah, Auto Cair!

Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT mengatakan syukur tidak ditemukanya penyakit Frambusia dalam 3 tahun terakhir. 

Sehingga mendapatkan pengakuan atau sertifikat dari Kementerian Kesehatan RI.

Ia juga mengucapkan terimakasih mulai dari Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan hingga seluruh lapisan masyarakat yang telah menjaga lingkungan dengan baik.

"Frambusia ini merupakan penyakit yang luar biasa, saya bangga dengan seluruh masyarakat OKU Timur, dengan bebasnya dari penyakit Frambusia," kata Bupati, Rabu 6 Maret 2024.

"Artinya kebersihan dan lingkungan benar-benar sudah terjaga dengan baik. Maka atas diterimanya penghargaan ini, saya yakinkan Kabupaten OKU Timur Maju Lebih Mulia akan terwujud", ungkap Bupati.

BACA JUGA:Honda WR-V, Sang Penantang Terekslusif di Segmen SUV Compact, Ini Daftar Harga Terbaru!

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur Ya'kub SKM MM mengatakan penghargaan Sertifikat Bebas Frambusia ini tidak begitu saja diperoleh.

Tentu dalam upaya menjaga lingkungan kita selalu mensosialisasikan kesehatan melalui PHBS, skrining koreng dan didukung dengan adanya pusk keliling.

"Alhamdulillah dalam 3 tahun terakhir kita bebas Frambusia, tentu kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati atas segala dukungannya".

Turun mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Ya'kub, Kepala Dinas Kominfo Hj Sri Suhartati, Kepala Dinas PUTR Ir Aldi Gurlanda MT, Kepala BPKAD Agustian Pahrimale,  Kepala Bappeda Litbang Marius Markus,  Kepala DLH Feri Hadiansyah, Direktur RSUD OKU Timur dr Sugihartono, dan Kabag ULP Mulawarman.

BACA JUGA: 879 Orang Resmi Menjadi PPPK Kemenkumham, Mewujudkan Penataan Pegawai Non ASN

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyakit terbagi menjadi dua yaitu menular dan tidak menular. Penyakit menular berasal dari luar sementara penyakit tidak menular berasal dari dalam diri sendiri.

Artinya ada yang sakit atau rusak di dalam diri. Ia juga menjelaskan penyakit menular lebih banyak di daerah tropis seperti Indonesia.

"Penyakit menular di daerah tropis juga terbagi dua, ada yang diurus dan ada yang terabaikan, sehingga dengan pengelompokan seperti ini semua dapat ditangani," kata Menkes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: