Salat Ied Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid Agung Palembang Berlangsung Khidmat

Salat Ied Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid Agung Palembang Berlangsung Khidmat

Salat Ied Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid Agung Palembang Berlangsung Khidmat.--

Salat Ied Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid Agung Palembang Berlangsung Khidmat

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Pelaksanaan Salat Ied Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid Agung Palembang berjalan khidmat, dihadiri puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah.

Disetiap titik sudut Jl Jenderal Sudirman, Bundaran Air Mancur, hingga diatas Jembatan Ampera dipenuhi masyarakat dari berbagai kawasan Kota Palembang yang ingin melaksanakan Salat Ied Idul Adha berjamaah.

Gemah suara takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang silih berganti menggemah di Kota Palembang. Terlihat juga dari kalanganPejabat dan tokoh agama yang berada di barisan shaf depan.

Namun, untuk pelaksanaan Salat Ied Idul Adha tahun ini tanpa dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru. Pasalnya, orang nomor satu di Sumatera Selatan tersebut melaksanakan Salat Ied Idul Adha di Griya Agung Palembang.

BACA JUGA:Ribuan Jemaah Laksanakan Shalat Ied Hari Raya Idul Adha 1444 H di Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Palembang

Sementara itu, selaku Imam Salat Ied Idul Adha yakni, Ustaz Kgs Abdul Rasyid Shiddiq Al Hafidz. Sementara, Khotib disampaikan Ustaz Andi Syaifudin.

Dalam khutbah Salat Ied Idul Adha, Ustaz Andi Syaifudin mengajak masyarakat Palembang untuk meneladani keteguhan Iman dan kesabaran Nabi Ibrahim as.

Dikatakan Ustaz Andi Syaifudin, bukti ketaqwaan Nabi Ibrahim as banyak tertulis dan disebutkan Allah SWT dalam Al Quran. 

Terutama, saat Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim as, untuk menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Ismail as.

BACA JUGA:Hadapi Cuti Bersama, Jajaran Kemenkumham Sumsel Diminta Tidak Euphoria Secara Berlebihan

"Pada hakikatnya Allah SWT ingin melihat betapa besarnya ketaqwaan yang dimikili Nabi Ibrahim as," ungkap Ustaz Andi Syaifudin.

Sehingga, dengan ketaqwaan itu Allah SWT menjadikan pengorbanan Nabi Ibrahim as sebagai syariat umat muslim sampai hari ini, dan menggantikannya dengan hewan kurban seperti kambing, sapi, dan unta.

"Dan ketika iman Nabi Ibrahim tidak goyah, maka Allah SWT datangkan domba sebagai ganti Nabi Ismail as," timpalnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: