HOT INFO, Pendapatan LRT Cuma Rp15 Miliar Tapi Biaya Listrik Tembus Rp84 Miliar Setahun, Masih Rugi Dong!

HOT INFO, Pendapatan LRT Cuma Rp15 Miliar Tapi Biaya Listrik Tembus Rp84 Miliar Setahun, Masih Rugi Dong!

Pendapatan Light Rail Transit kota Palembang hanya Rp15 miliar, tapi biaya listrik tembus Rp84 miliar setahun. foto: dok/sumeks.co.--

HOT INFO, Pendapatan LRT Cuma Rp15 Miliar Tapi Biaya Listrik Tembus Rp84 Miliar Setahun, Masih Rugi Dong! 

SUMEKS.CO – Pendapatan LRT Palembang cuma Rp15 miliar tapi biaya listrik tembus Rp84 miliar setahun. Ya masih rugi.

Light Rail Transit (LRT) Palembang Sumatera Selatan dinilai belum menghasilkan pendapatan maksimal.

Faktanya, masyarakat Palembang masih kurang memanfaatkan tranportasi massal ini. 

BACA JUGA:SETUJU! Rektor Unsri Minta Buka Rute Feeder LRT Stasiun Jakabaring – Unsri, Indralaya

Itu tercatat dalam pendapatan LRT yang setahunnya hanya Rp15 miliar.

Pengamat Kebijakan Publik, Bambang Haryo Soekartono pendapatan itu masih jauh dari biaya operasional LRT.

Pengeluaran untuk kelistrikannya saja LRT itu sampai Rp7 miliar per bulan, jadi setahun Rp84 miliar. 

Belum lagi biaya operasional lain seperti SDM, perawatan berkala, dan lainnya.

BACA JUGA:Penumpang LRT Palembang Boleh Berbuka di Gerbong, ini Syaratnya

“APBN menyubsidi sebesar Rp160 miliar di tahun 2022,” ungkapnya.

Bahkan tahun sebelumnya pernah mencapai Rp200 miliar lebih. 

Anggaran ini, lanjutnya, belum termasuk  pengembalian utang pinjaman ke China Development Bank (CDB).

Utang selama membiayai pembangunan LRT sebesar Rp10,9 triliun, bunganya 4,7 persen per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: