WADUH! KKB Ancam Bahayakan Nyawa Pilot Susi Air, Perintahkan Jokowi Tarik Aparat dari Tanah Papua

WADUH! KKB Ancam Bahayakan Nyawa Pilot Susi Air, Perintahkan Jokowi Tarik Aparat dari Tanah Papua

Ancaman yang disebar KKB Papua ini adalah, akan melakukan hal-hal yang membahayakan nyawa dari Pilot Susi Air--

WADUH! KKB Ancam Bahayakan Nyawa Pilot Susi Air, Perintahkan Jokowi Tarik Aparat dari Tanah Papua

SUMEKS.CO - Keberadaan aparat TNI dan Polri di Tanah Papua, tampaknya menjadi ancaman tersendiri bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Lantaran sudah terdesak, kini KKB pun mulai melakukan ancaman terhadap Pemerintah Indonesia.

Ancaman yang disebar KKB Papua ini adalah, akan melakukan hal-hal yang membahayakan nyawa dari Pilot Susi Air, Kapten Philips Mehrtens, yang saat ini tengah berada ditangan kekuasaan KKB pimpinan Egianus Kogoya.

BACA JUGA:WOW! Tak Mempan Sajam, 2 Anggota KKB Terkapar, Ternyata TNI Kebal Senjata Tajam

Dikutip dari berbagai sumber, KKB Papua yang melakukan penyanderaan terhadap Pilot Susi Air, Kapten Philips Mehrtens, kembali memperlihatkan pilot asal Selandia Baru tersebut setelah tiga bulan disandera.

Dalam video yang dibagikan, terlihat Kapten Philips dalam keadaan sehat. Namun kondisinya terlihat lebih kurus dibanding saat awal disandera oleh KKB.

Pada keterangannya, Kapten Philips mengaku dalam kondisi sehat. Video tersebut dibuat pada 24 April 2023 lalu.

Dalam video tersebut, selain memperlihatkan Kapten Philips yang baik-baik saja, KKB pimpinan Egianus Kogoya ini juga meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan operasi militer di Ndugama dengan segera. 

BACA JUGA:WADUH! Susi Pudjiastuti Merasa Dizhalimi KKB, Warga Papua Malah 'Barter' Barang Ini ke Pilot Susi Air

"Apabila operasi militer tidak dihentikan Indonesia, maka akan membahayakan nyawa Pilot," tegasnya di video tersebut.

Pada kesempatan tersebut, pihak KKB Papua juga meminta supaya Pemerintah Indonesia melakukan negosiasi dengan KKB, apabila ingin Pilot Susi Air dibebaskan.

Sementara itu, Kapten Philips Mehrtens, divideo tersebut meminta kepada militer Indonesia supaya tidak melakukan pengeboman saat akan menyelematkan dirinya.

"Saya minta kepada militer Indonesia supaya tidak menggunakan bom, karena akan membahayakan kami dan masyarakat disini," pintanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: