Dinas PUPR Palembang Sosialisasi Pengendalian Banjir

Dinas PUPR Palembang Sosialisasi Pengendalian Banjir

Sosialisasi penanggulangan banjir.--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Palembang menggelar sosialisasi pengendalian banjir. Sosialisasi tersebut digelar di Ruang Parameswara Kantor Wali Kota Palembang, Rabu 15 Maret 2023.

"Sosialisasi tersebut digelar, mengingat musim penghujan terus mengguyuri Kota Palembang, dikhawatirkan berdampak kepada bencana banjir bandang," kata Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari saat menyampaikan kata sambutan.

Ahmad Bastari menjelaskan, Pemkot Palembang mengunakan strategi dengan melakukan sosialisasi penanggulangan banjir setiap minggu per kecamatan. Dengan cara mengundang Camat, Lurah dan Ketua Rukun Tetangga. Antisipasi itu dilakukan oleh Pemkota Palembang dengan pola atau trik untuk melakukan atasi persoalan tersebut.

"Hari ini sosialisasi dilakukan khusus untuk Kecamatan IB I," jelasnya.

BACA JUGA:Tinjau Korban Banjir, ini Pesan Gubernur Sumsel

Menurut Ahmad Bastari, sosialisasi dilakukan membahas upaya pengendalian banjir dan peningkatan kualitas air di Palembang.

"Kami punya 600 orang PHL garda terdepan PUPR untuk siap turun ke jalan apabila ada masalah banjir. Baik itu genangan air atau banjir sama saja, apapun yang menghambat aktivitas masyarakat akan kita atasi," ungkapnya.

Ahmad Bastari menuturkan, Dinas PUPR Palembang sudah melakukan peningkatan kualitas air agar bisa mengalir dengan maksimal. PUPR Palembang sudah melakukan pelebaran drainase membuka saluran rawan ditimbun dan membongkar bangunan warga yang membuat di atas aliran sungai.

"Sudah 46 kolam rentensi sudah kita buat di Palembang. Untuk membongkar bangunan warga tentunya kami izin dan secara sukarela mereka. Kami juga tidak pernah memaksa dan membongkar tanpa izin," tuturnya.

BACA JUGA:PT BME Peduli Korban Banjir di Kabupaten Lahat

Ahmad Bastari meminta warga Kecamatan IB I memberikan informasi daerah mana yang banjir.  Apabila perlu bangunan dibongkar atau tumpukan sampah bisa dilakukan gotong royong.

"Kami kadang sering datang membersihkan ada warga di sana tidak membatu. Tetapi kami tetap melakukannya karena itu untuk kepentingan warga Palembang. Memang sebaiknya pembersihan sampah harus dilakukan gotong royong biar lebih maksimal," tukasnya.

Sumber: