Mirip Ronaldo, Walid Regragui Pelatih Timnas Maroko Sukses karena Membahagiakan Orang Tuanya dan Para Pemain

Mirip Ronaldo, Walid Regragui Pelatih Timnas Maroko Sukses karena Membahagiakan Orang Tuanya dan Para Pemain

Ronaldo dan Walid Regragui, pelatih Timnas Maroko di Piala Dunia 2022. foto: kolase/fifaworldcup.--

DOHA, SUMEKS.CO  – Selama ini Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pemain sepakbola yang selalu memperlakukan istimewa ibunya. Dan ini salah satu mengapa kapten Portugal itu meraih banyak sukses selama ini.

Walid Regragui, dengan prestasi hebat pelatih Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 itu juga punya sikap yang sama.

Walid diketahui sosok yang sangat mencintai keluarganya. Sampai-sampai memboyong ibunya, Fatima ke Qatar.

Ibunya ikut mendukung sekaligus menonton langsung aksi Timnas Maroko di Piala Dunia 2022.

BACA JUGA:Imingi Uang Rp 50 ribu, Pria di Lubuklinggau Rudapaksa Pelajar SD

Bukan cuma ibunya, Walid juga meminta orang tua para pemain dibawa ke Qatar.

Jadi jangan heran ketika setiap selesai pertandingan, bek Maroko Achraf Hakimi terlihat selalu menghampiri dan mencium ibunya di tribun penonton setiap usai laga.

Walid Regragui menjadi sosok kunci di balik sukses Singa Atlas (julukan Timnas Maroko) menembus babak perempat final Piala Dunia 2022.

Racikan strateginya mampu menahan imbang Spanyol tanpa gol pada babak 16 besar, sebelum meraih tiket perempat final lewat kemenangan adu penalti dengan skor 3-0.

BACA JUGA:PT Sampoerna Agro Tbk Serahkan Bantuan Sembako untuk Kesiapsiagaan Bencana Alam di Sumatera Selatan

Profil Walid Regragui pun langsung dicari banyak orang. Siapa sebenarnya juru taktik yang identik dengan kepala pelontosnya ini?

Dari laman Transfer Markt, Walid Regragui diketahui lahir Corbeil-Essonnes, Prancis pada 23 September 1975 (47 tahun).

Meskipun ia dan keluarganya yang beragama Islam berkebangsaan Maroko. Namun mereka tinggal di Paris.

“Selama kariernya sebagai pemain dan pelatih, saya tidak pernah datang untuk menyaksikannya. Saya sudah tinggal di Prancis selama 50 tahun dan ini pertama kalinya saya pergi dari Paris untuk menyaksikannya,” kata Fatima kepada Arriyadia via Al Jazeera.

Sumber: