Kapolda Sumsel Gandeng Hafidz Qur’an, Perkuat Keamanan dengan Pendekatan Religius
Kapolda Sumsel Ajak Hafidz Qur’an Jaga Kedamaian di Sumatera Selatan--
Kapolda Sumsel Gandeng Hafidz Qur’an, Perkuat Keamanan dengan Pendekatan Spiritual
PALEMBANG, sumeks.co- Pendekatan berbeda dilakukan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Kapolda Sumsel kali ini menggandeng para penghafal Al-Qur’an (hafidz) sebagai mitra strategis untuk memperkuat situasi kamtibmas melalui pendekatan spiritual dan humanis.
Kegiatan tersebut digelar di Masjid Assaadah Polda Sumsel, Selasa (17 Maret 2026), dan dihadiri jajaran pimpinan Polda Sumsel serta tokoh-tokoh penting lintas organisasi keagamaan di Sumatera Selatan.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakapolda Sumsel, Irwasda, pejabat utama Polda, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua MUI, perwakilan NU dan Muhammadiyah, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, serta para ulama dan pimpinan lembaga keagamaan.
Sinergi Polisi dan Ulama menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata.
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Cek Pos Pam Ketupat 2026, Bagikan Takjil dan Tali Asih ke Petugas
BACA JUGA:43 Truk ODOL Ditertibkan, Polda Sumsel Kendalikan Arus Mudik Lintas Sumatera

Kapolda Sumsel Perkuat Keamanan Lewat Kolaborasi dengan Ulama dan Hafidz--
Peran ulama dan hafidz dinilai sangat penting dalam menjaga kesejukan dan persatuan di tengah masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Para ulama dan hafidz memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan damai serta meredam potensi konflik sosial,” ujarnya.
Menurut Kapolda Sumsel, para penghafal Al-Qur’an tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi penjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Cooling System Berbasis Nilai Agama
Melalui kolaborasi ini, Polda Sumsel menerapkan strategi cooling system dengan melibatkan tokoh agama secara langsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
