Banner Pemprov

Mudik Lebaran 2026, Polda Sumsel Siagakan 2.361 Personel di 73 Pos

Mudik Lebaran 2026, Polda Sumsel Siagakan 2.361 Personel di 73 Pos

Kapolda Sumsel memimpin Rakor Linsek Operasi Ketupat Musi 2026. Sebanyak 2.361 personel dan 73 pos disiapkan untuk mengamankan mudik Lebaran.--

Polda Sumsel Siagakan 2.361 Personel dan 73 Pos untuk Amankan Mudik Lebaran 2026

Palembang, sumeks.co- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Musi 2026 yang digelar di Ruang Rapat Griya Agung, Palembang, Kamis (12 Maret 2026).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini,  melibatkan 2.361 personel gabungan yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Selain mengerahkan ribuan personel, Polda Sumsel juga menyiapkan 73 pos pengamanan yang akan beroperasi selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.

Pos tersebut terdiri dari 40 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, serta 7 Pos Terpadu yang ditempatkan di jalur utama mudik, pusat keramaian, serta kawasan objek vital.

Rapat koordinasi lintas sektoral ini mempertemukan berbagai unsur yang terlibat dalam pengamanan Lebaran, termasuk jajaran TNI, pemerintah daerah, serta instansi vertikal lainnya.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi terkait.

BACA JUGA:OJK dan Polda Sumsel Himbau Masyarakat Selalu Waspada dan Jaga Data Kerahasiaan Pribadi

BACA JUGA:Isi Ramadhan 2026, Polda Sumsel Perkuat Karakter Personel Lewat Binrohtal

Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan koordinasi antarinstansi dalam memastikan pengamanan Idulfitri berjalan optimal.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Operasi tersebut mencakup berbagai aspek pengamanan, mulai dari kegiatan ibadah selama Ramadan, pengamanan malam takbiran dan salat Idulfitri, hingga pengaturan arus mudik dan arus balik masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian akan ditempatkan secara strategis di sejumlah titik mobilitas tinggi, seperti jalur tol, jalur arteri, jalur lintas timur, jalur lintas tengah, serta beberapa jalur alternatif yang diperkirakan akan menjadi rute perjalanan pemudik.

Kapolda juga menekankan agar seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan dapat difungsikan secara maksimal sebagai pusat layanan terpadu bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait