Kemacetan Lalulintas di Jl Ahmad Yani, Plaju, Palembang Semakin Panjang
Kemacetan lalulintas di kawasan Plaju, Kota Palembang semakin panjang, setelah sepekan bulan Ramadhan 1447 Hijriah.--sumeks.co
Ditambah lagi, saat ini banyak warga yang berburu takjil atau menu berbuka puasa di sekitar area komersial.
Aktivitas belanja ini sering kali dibarengi dengan parkir kendaraan di bahu jalan yang memakan badan jalan utama.
BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Pastikan Kesiapan Layanan Lebaran 2026 Melalui Rampcheck SPM Total
BACA JUGA:7 Takjil Unik Khas Palembang Mulai Jarang Ditemukan, Kudapan Tempo Dulu Yang Patut Dilestarikan
Titik pertemuan arus juga menjadi kendala tersendiri yang memperparah keadaan. Adanya persimpangan serta akses keluar-masuk kendaraan dari lorong-lorong permukiman padat penduduk membuat laju kendaraan sering berhenti.
Fasilitas publik seperti rumah sakit juga menjadi titik krusial di mana kendaraan sering melambat. Ambulans atau kendaraan pengunjung yang keluar-masuk memerlukan ruang, sehingga memicu antrean kendaraan di belakangnya.
Sementara pihak yang berwenang hanya mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap bersabar saat berada di tengah kemacetan.
Pengendara diminta untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama dan menghindari risiko kecelakaan.
BACA JUGA:Setahun RDPS, Palembang Tancap Gas Menuju 2027: Ekonomi Tumbuh, Stunting Terus Turun Signifikan
BACA JUGA:Reklame Diduga Milik HM Sampoerna Terindikasi Melanggar, GMPL Desak Pemkot Palembang Ambil Tindakan
Bagi warga yang ingin menuju kawasan Seberang Ulu II, disarankan untuk mencari jalur alternatif yang lebih lancar. Jika memungkinkan, masyarakat diminta untuk menunda perjalanan hingga jam puncak kemacetan sedikit mereda.
Dengan pengaturan waktu perjalanan yang lebih baik, kepadatan di kawasan Plaju tidak semakin parah. Kesadaran untuk tidak parkir sembarangan juga sangat diperlukan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di sore hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




