Banner Pemprov

Program Koperasi Merah Putih Melaju Cepat, Ribuan Sudah Berdiri di Seluruh Indonesia

Program Koperasi Merah Putih Melaju Cepat, Ribuan Sudah Berdiri di Seluruh Indonesia

Program Koperasi Merah Putih terus berkembang. Ribuan koperasi siap beroperasi untuk mendorong ekonomi desa dan menyerap produk masyarakat.--

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak: 1.000 Unit Sudah Siap Operasi, 30 Ribu Lagi Dibangun di Seluruh Indonesia

JAKARTA, SUMEKS.CO- Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas pemerintah mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga saat ini, sekitar 1.000 koperasi telah rampung dibangun dan siap beroperasi, sementara puluhan ribu lainnya masih dalam tahap pembangunan di berbagai daerah.

Menteri Koperasi Feri Juliantono mengungkapkan, program tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025 yang melibatkan banyak kementerian dan lembaga.

“Per hari ini sudah hampir 1.000 koperasi yang selesai 100 persen dan siap operasional. Sementara yang sedang dibangun jumlahnya sudah mendekati 30.000 unit di seluruh Indonesia,” kata Feri dalam sebuah wawancara.

Ditargetkan Rampung Dalam Dua Bulan. Menurut Feri, pembangunan koperasi Merah Putih  tersebut dilakukan secara paralel di berbagai wilayah. Ia optimistis dalam 1–2 bulan ke depan, jumlah koperasi yang selesai akan meningkat signifikan.

Proyek besar ini melibatkan pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga berbagai lembaga negara dalam proses pembentukan badan hukum, pembangunan fisik, hingga pengembangan model bisnis koperasi.

BACA JUGA:Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Padang Bindu, Uang Koperasi Plasma Sawit Belum Cair, Ternyata Sebabnya Ini?

BACA JUGA:Koperasi Merah Putih Terus Tumbuh, Ratu Dewa: Pemkot Siap Bersinergi dengan TNI

Saat ini, pemerintah mencatat sudah ada sekitar 83.000 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memiliki badan hukum resmi.

Koperasi Desa Akan Jadi Mesin Ekonomi Baru. Berbeda dari koperasi konvensional, koperasi Merah Putih dirancang sebagai entitas bisnis modern di tingkat desa.

Setiap koperasi nantinya memiliki beberapa unit usaha, antara lain:

Gerai sembako modern,Gudang distribusi,Lembaga keuangan mikro,Apotek dan klinik desa,Layanan logistik dan transportasi

Semua aktivitas tersebut akan terintegrasi dalam sistem digital nasional yang dapat dipantau melalui dashboard di Kementerian Koperasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait