Kenapa Semua Serba Merah Saat Imlek? Ini Penjelasan Selengkapnya
Kenapa Semua Serba Merah Saat Imlek? Ini Penjelasannya--
SUMEKS.CO - Warna merah selalu muncul paling dominan setiap kali perayaan Imlek tiba.
Dari lampion yang menggantung di jalan, hiasan pintu rumah, pakaian yang dikenakan, sampai amplop angpao, semuanya seolah sepakat memilih satu warna yang sama.
Banyak orang menganggap hal ini hanya soal estetika atau kebiasaan turun temurun.
Fakta terungkap jika di balik warna merah tersimpan cerita panjang, keyakinan budaya, hingga simbol psikologis yang jarang dibahas secara utuh.
BACA JUGA:Sambut Imlek 2026, The Zuri Hotel Palembang Gelar Promosi Gala Dinner Meriah
BACA JUGA:BYD Dituding Terima Subsidi “Gila-Gilaan” dari Pemerintah China, Demi Capai Sukses Global?
Fenomena ini bukan sekadar tradisi visual, tetapi juga bagian dari cara masyarakat Tionghoa memaknai harapan, rasa aman, dan optimisme di awal tahun baru.
Menurut catatan sejarah budaya Tiongkok yang dipublikasikan oleh Chinese Folk Culture Society, penggunaan warna merah dalam perayaan tahun baru lunar berakar dari legenda monster Nian yang dipercaya muncul setiap akhir tahun untuk mengganggu pemukiman warga.
Dalam kisah tersebut, Nian digambarkan takut terhadap suara keras, api, dan warna merah.
Karena itulah masyarakat kuno mulai menghiasi rumah dengan kain merah, membakar petasan, dan menyalakan obor untuk mengusir makhluk tersebut.
BACA JUGA:Sambut Imlek 2026, The Zuri Hotel Palembang Gelar Promosi Gala Dinner Meriah
Walau kini cerita itu lebih dipahami sebagai mitologi, simbol yang ditinggalkannya justru bertahan hingga ribuan tahun kemudian.
Dalam perkembangan budaya Tionghoa modern, merah tidak lagi hanya dimaknai sebagai penangkal mara bahaya, tetapi juga simbol kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



