Banner Pemprov

Hubungan Trump-Netanyahu Sempat Memanas, ini Penyebabnya

Hubungan Trump-Netanyahu Sempat Memanas, ini Penyebabnya

Benjamin Netanyahu (kiri) bersama Donald Trump. --

WASHINGTON DC, SUMEKS.CO - Tak selamanya hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu harmonis. 

Buktinya, kedua pemimpin negara sekutu tersebut berbeda pandangan dalam menyikapi perang dengan Iran. Hubungan Trump dan Netanyahu dikabarkan sempat memanas.

Sebab, keduanya berbeda pandangan yang tajam mengenai konflik dengan Iran. Ketegangan ini memuncak dalam sebuah pembicaraan telepon yang berlangsung sengit pada Selasa (19/5/2026).

Pembicaraan tersebut dilaporkan berjalan sangat sulit hingga memicu kepanikan luar biasa dari pihak Israel. 

BACA JUGA:Demi Perundingan Iran, Trump tak Hadiri Pernikahan Putranya

BACA JUGA:Kesabaran Iran Habis, Teluk Oman Bakal Jadi Kuburan Kapal-Kapal AS

Menurut laporan media yang berbasis di AS, Axios, reaksi Netanyahu digambarkan sangat emosional setelah mendengar arah kebijakan terbaru dari sekutu utamanya tersebut.

"Rambut Bibi (panggilan Netanyahu) seperti terbakar setelah telepon itu," kata seorang sumber sebagaimana dilansir Axios via India Today, Kamis (21/5/2026).

Informasi mengenai kepanikan Netanyahu ini bahkan telah menyebar ke lingkaran politik di Washington.  Laporan tersebut diperkuat oleh pernyataan sumber lain.

Dia menyebutkan bahwa Duta Besar Israel untuk Washington telah menyampaikan kekhawatiran mendalam Netanyahu kepada para anggota parlemen AS. Bagi orang-orang di lingkaran dalamnya, reaksi emosional pemimpin Israel tersebut bukanlah hal yang mengejutkan. 

BACA JUGA:Obama Bandingkan Kebijakannya dengan Trump Dalam Menangani Iran, tak Perlu Bunuh Banyak Orang

BACA JUGA:China Disebut Layak Jadi Mediator Perundingan Iran-AS

Berdasarkan informasi sumber Axios, Netanyahu memang selalu merasa cemas selama tahap-tahap negosiasi sebelumnya, meskipun upaya-upaya terdahulu gagal menghasilkan kesepakatan.

"Bibi selalu khawatir," ungkap sumber tersebut.

Beda strategi 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: