Sementara terhadap sekitar 3 persen yang belum sependapat, pendekatan dialogis disebut terus dilakukan untuk mencegah perpecahan.
Komitmen terhadap koridor Ahlussunnah wal Jama’ah juga kembali ditegaskan dalam forum tersebut.
Peserta Pertanyakan Manfaat Pembubaran JI
Sesi tanya jawab menjadi bagian lain dari seminar. Salah seorang peserta, Joniyanto, eks napiter JI, menanyakan manfaat dari keputusan pembubaran JI.
Narasumber menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan yang mereka sebut sebagai kebenaran, keikhlasan, dan ilmu, tanpa pamrih.
Peserta lainnya, Munawirul Anwar, mempertanyakan apakah pembubaran JI merupakan sebuah kamuflase.
Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menekankan pentingnya mematuhi keputusan yang telah disepakati bersama serta membedakan strategi yang digunakan dalam kondisi damai dan kondisi perang.
Seminar Ditutup dengan Evaluasi dan Refleksi
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner, foto bersama, dan menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Seminar tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat proses transformasi pemahaman eks anggota JI di Sumatera Selatan menuju sikap keagamaan yang moderat, toleran, cinta tanah air, dan menempatkan kehidupan bersama dalam bingkai NKRI.