Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat membatalkan rencana serangan militer besar terhadap Iran yang disebutnya sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.
BACA JUGA:PM Inggris Baru Langsung Telepon Trump usai Diangkat, ini yang Dibahas
BACA JUGA:Dikira Meninggal, Motjaba Khamenei Keluarkan Pesan Tertulis untuk Trump
Menurutnya, keputusan itu diambil setelah mendapat dorongan dari para pemimpin negara Teluk, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta adanya permintaan dari sejumlah pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya agar diplomasi diberi kesempatan.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa kesabarannya terhadap Iran mulai menipis. "Ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik," ujar Trump kepada wartawan.
Ia juga menegaskan bahwa, terlepas dari bantahan Teheran, Washington tetap melakukan pembicaraan dengan Iran mengenai upaya mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.
Trump sebelumnya mengkritik Iran di media sosial sebagai pihak yang bermuka dua setelah Teheran menyatakan pembicaraannya dengan Oman hanya berfokus pada pembukaan jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz, bukan negosiasi dengan AS. (dri)