Modus Baru Terungkap! Densus 88 Minta Pelajar Waspadai Propaganda Radikal di Dunia Maya

Sabtu 18-07-2026,18:50 WIB
Reporter : M Fitri
Editor : Mahmud

Karena itu, pelajar perlu memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Selain menjelaskan dasar hukum tugas pencegahan yang dilakukan Densus 88 AT Polri, tim juga mengingatkan pentingnya menjaga empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Media Sosial dan Game Online Jadi Perhatian

Dalam penyampaian materi, tim juga mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal kini tidak lagi dilakukan secara konvensional.

BACA JUGA:Densus 88 Edukasi Mahasiswa Palembang tentang Bahaya Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

BACA JUGA:Perkuat Benteng Pelajar dari Paham Radikalisme, Kemenag Sumsel Jalin Sinergi dengan Densus 88

Media sosial hingga permainan daring atau game online disebut menjadi salah satu sarana yang mulai dimanfaatkan untuk mendekati calon anggota baru, terutama kalangan remaja.

Karena itu, siswa diminta lebih berhati-hati saat berinteraksi di dunia maya.

Mereka juga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap ajakan dari orang yang belum dikenal, terlebih jika mulai mengarah pada penyebaran kebencian atau ajaran yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Tim menjelaskan bahwa paham radikal tidak berkaitan dengan agama tertentu.

Radikalisme dapat muncul dalam berbagai bentuk dan memanfaatkan berbagai isu untuk memengaruhi seseorang.

Peserta juga diperkenalkan dengan ciri-ciri akun maupun situs internet yang diduga menyebarkan paham radikal.

Selain itu, mereka diajak memahami pola perekrutan yang sering digunakan kelompok ekstrem melalui media digital.

Materi mengenai klasifikasi ancaman seperti RMVE (Racially or Ethnically Motivated Violent Extremism), IMVE (Ideologically Motivated Violent Extremism), serta NVE (Nationalist Violent Extremism) juga diperkenalkan kepada para peserta.

Tim berharap pengetahuan tersebut membuat siswa lebih waspada terhadap berbagai bentuk propaganda yang beredar di internet.

Kategori :