Banner Pemprov

Trump Ajukan Kompensasi Sebagai Syarat Perundingan dengan Iran

Trump Ajukan Kompensasi Sebagai Syarat Perundingan dengan Iran

Donald Trump bersama Benjamin Netanyahu.--

SUMEKS.CO - Perundingan Iran dan Amerika Serikat (AS) sepertinya tidak akan tercapai. Sebab, jangankan AS akan memenuhi kompensasi dari Iran sebagai syarat mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump justru menuntut Iran memberikan kompensasi berkaitan dengan serangan dan pembunuhan yang terjadi selama beberapa dekade yang diduga didukung atau dilakukan oleh Teheran.  

Trump mengatakan akan menuntut kompensasi konflik dari Iran sebagai bagian dari negosiasi perdamaian apa pun. Dia merujuk kompensasi tersebut berkaitan dengan serangan dan pembunuhan yang terjadi selama beberapa dekade yang diduga didukung atau dilakukan oleh Teheran.

Dilansir AFP, Selasa (11/8/2026), negosiasi untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz telah mengalami kebuntuan, dan tuntutan baru Trump berisiko membuat kesepakatan cepat semakin sulit dicapai. Pengumuman Trump merupakan tanggapan langsung terhadap desakan Iran yang mensyaratkan pembayaran ganti rugi perang oleh AS sebagai prasyarat bagi penyelesaian permusuhan yang sedang berlangsung.

BACA JUGA:Tepis Rumors, Iran Rilis Video Motjaba Khamenei Berikan Arahan Kepada Jajarannya

BACA JUGA:Mantan Komandan IRGC Diangkat Jadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran

"Saya juga menuntut kompensasi dari Iran," ujarnya, seraya menambahkan bahwa tuntutannya tidak hanya mencakup kerugian akibat konflik saat ini, tetapi juga serangan Iran terhadap target-target AS selama lebih dari dua dekade terakhir, serta pembayaran kepada keluarga pengunjuk rasa Iran yang tewas di tangan aparat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

Dalam unggahan berikutnya, Trump juga menyatakan bahwa Republik Islam tersebut harus bertanggung jawab atas kematian dan kerusakan yang ditimbulkannya di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.

Dalam pola yang kerap berulang, pekan lalu Trump sempat mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras"-yang berpotensi menyasar infrastruktur sipil-namun kemudian menarik kembali ancaman tersebut sembari mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai sudah dekat.

BACA JUGA:Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi Temui Motjaba Khamenei, Namun Pertemuannya Produktif

BACA JUGA:Ancaman Trump Ditanggapi Serius Iran, Berpotensi Memicu Perang Dunia III

Akhir pekan lalu, Trump mengatakan bahwa ia mengambil pendekatan yang "lebih tenang" terhadap konflik ini, yang mengindikasikan kesiapannya untuk membiarkan tekanan ekonomi meningkat alih-alih melancarkan serangan militer lebih lanjut.

Media digital Axios melaporkan bahwa dalam wawancara yang diterbitkan hari Ahad, Presiden AS tersebut tidak menunjukkan rasa frustrasi atas sikap Iran yang menunda kesepakatan pembukaan Selat Hormuz.

Teheran menuntut agar AS terlebih dahulu mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mencabut sanksi terhadap industri minyaknya.

Di tengah macetnya negosiasi, pemblokiran selat tersebut oleh Iran telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan mengguncang ekonomi global, sehingga memberikan tekanan pada Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu pada bulan November.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: